"malam gi" sapa Raffi langsung mengacak acak Rambut calon istrinya itu
"Raffii!!" ucap gigi kaget dan langsung menghempaskan tangan Andre
Andre yang melihatnya benar2 bingung dia seperti pernah melihat Raffi tapi dia lupa.
"aku boleh duduk kan" ucap Raffi
"ya, kmu duduk sini" ucap gigi mempersilahkan Raffi duduk disebelahnya.
Raffi pun duduk disebelah gigi
"dia siapa gi?" tanya Andre
"kenalin ini Raffi calon suami aku" ucap gigi
"raffi" ucap Raffi memperkenalkan dirinya
"Andre" ucap Andre menatap Raffi
"ya dia Raffi, dia orang yg selalu gigi bandingkan dengan aku saat masih pacaran" batin Andre yang kini mulai mengingatnya karna andre pernah melihat foto raffi bersama tmn2 gigi yg lainnya di ruang kerja gigi
"lagi pada ngapain disini" tanya Raffi
"emm enggak kok" jwb gigi gugup dia takut Raffi salah faham dan akan marah padanya
"kami cuma makan malam kok" ucap Andre
"oh ya kalau gitu silahkan lanjutkan" ucap Raffi
"emm aku mau pulang" ucap gigi
"tpi kan makan malamnya belum selesai, ga enak sama andre, kamu makan aja dulu aku tunggu dimobil ya" ucap Raffi
"ga, aku mau pulang" ucap gigi
"andre aku duluan ya" ucap gigi lalu berdiri dari duduknya diikuti Raffi
"balik duluan ya, maaf kalu saya ngeganggu" ucap Raffi lalu pergi keluar dari restoran itu
"sialan bukannya dia di Australia kenapa sekarang ada di Indonesia dan kenapa juga gigi bilang dia calon suami gigi, apa mereka akan menikah" batin Andre
dimobil gigi hanya diam dia benar2 takut kalau Raffi marah
"kamu kenapa diam aja, ga kangen sama aku" ucap Raffi lansung merangkul gigi
"kamu ga marah?" tanya gigi
"kenapa aku harus marah?" tanya Raffi balik
"soal direstoran tadi" ucap gigi
"ngapain aku harus marah, aku tadi liat kok kamu berusaha ngelepasin tangannya walaupun mungkin dia terlalu erat genggam tangan kamu" jawab Raffi
"maafin aku ya, seharusnya aku ga pergi sama dia " ucap gigi
"udah jangan dibahas lagi" ucap Raffi
"tpi apa kamu ga cemburu?" tanya gigi
"ya jelaslah aku cemburu, laki2 mana yg ga cemburu liat calon istrinya pegangan tangan sama cowok lain"
"trus kenapa kmu ga marah"
"kan tdi aku udah bilang, aku liat kamu mau ngelepasin tangannya itu tandanya kmu ga suka dia pegang tangan kamu, dan aku ga mau marah2 ga jelas aku mau denger penjelasannya dari kamu, sekarang aku mau coba kamu jelasin ke aku kenapa kamu bisa direstoran sama dia dan kenapa telfon aku ga kamu angkat"
gigi pun menceritakan semuanya hingga Raffi datang.
"dan kalau soal telfon kamu aku ga tau hpnya tdi aku silent" ucap gigi menunjukkan hp nya
"udah jelaskan, untung aku ga marah2 semunya akan selesai dengan cepat kalau kita saling omongin, aku ga mau kejadian waktu itu terulang lagi" ucap Raffi lalu mencium pucuk kepala gigi
"makasih ya" ucap gigi
"pak berhenti didepan pak" ucap Raffi tiba2 kesupirnya
"baik mas"
"loh kita mau ngapain?" tanya gigi heran
"kita makan dulu ya, aku laper kmu juga tdi ga jdi makan kan" ucap Raffi
kemudian Raffi dan gigi pun masuk kesebuah rumah makan yang cukup sederhana
"kamu mau pesen apa?" tanya Raffi
"samain aja sama kamu" jwb gigi
Raffi pun memesan makanan untuk mereka berdua. dan tak lama makanan pun datang
"ayo makan" ucap Raffi lalu dia mulai memakan makanannya dengan lahap
sementara gigi bukannya makan malah asik melihatin Raffi, sadar gigi tak kunjung memakan makanannya Raffi pun menghentikan makannya
"kamu kenapa ga makan, ga suka ya? nanti kita cari restoran lagi ya" ucap Raffi
"enggak kok, aku cuma heran liat kamu" jwb gigi
"heran kenapa? ada yang salah sama aku?" tanya Raffi bingung
"kmu masih mau makan ditempat kaya gini padahal kamu bisa makan direstoran mana aja yg kamu suka dan walaupun itu restoran paling mahal sekalipun" ucap gigi
"gi aku jga manusia biasa, bukan raja yg harus makan ditempat yang paling bagus. lagian disini rasanya enak" ucap Raffi lalu menyuapin gigi
"enak kan, sekarang kamu makan, nanti kamu sakit" ucap Raffi
gigi pun memakan makanannya hingga habis.
setelah selesai makan Raffi pun menghantarkan gigi pulang
di mobil Raffi menyandarkan kepalanya di pundak gigi
"fi aku mau nanya sesuatu sama kamu" ucap gigi
"mau nanya apa?" tanya Raffi
"kamu selama di Bali ngapain aja sih?" tanya gigi
"kenapa sih nanya nya kaya gitu, ya aku kerja lah sayang" jawab Raffi
"ga bohong kan, kmu ga pergi ketempat yang aneh2 kan? ga pergi sama cewek2 gitu kan"
Raffi menatap aneh kearah gigi
"kenapa sih nanyanya gitu banget, kamu kenapa sih?"
"ga aku cuma mau mastiin aja kalau foto ini ga bener" ucap gigi memberikan foto2 yg diterimanya kemarin
Raffi melihat foto2 itu
"kamu percaya itu aku?" tanya Raffi
namun gigi hanya diam
"lihat aku" ucap Raffi menggenggam tangan gigi
"ini bukan aku dan aku ga akan pernah ngelakuin hal yang akan buat kamu marah dan sakit hati seperti ini, aku akan buktiin kekamu malau foto ini hanya editan, kamu percaya kan sama aku" ucap Raffi.
sejenak gigi terdiam lalu menganggukkan kepalanya
"ya aku percaya sama kamu" jawab gigi
"makasih sayang" ucap Raffi kemudian kembali bersandar dipundak gigi dan menggenggam erat tangan calon istrinya itu.
Hari demi hari, minggu demi minggu, semua mereka lewati bersama, semua cobaan sebelum menikah mereka lewati dengan baik, masalah2 yg dtng mereka selesikan dengan saling membicarakannya dengan baik.
Hingga kini dihari yang mereka nantikan pun tiba.
Raffi dan Gigi duduk bersampingan wajah gugup terlihat jelas diraut wajah Raffi walaupun dia berusaha tersenyum namun tetap saja dia masih terliahat gugup. tak jauh beda dengan Raffi, Gigi pun demikian namun gigi tak terlalu menunjukkan kalau dirinya sangatlah gugup.
Raffi membaca ijab qabul dengan lancar dan dengan sekali tarikan nafas dan mereka pun sah menjadi sepasang calon suami istri. tanpa disadari saat Raffi mengucapkan ijab qabul gigi meneteskan air matanya, tentu saja air mata kebahagiaan.
kini waktunya mereka bersalaman dgn tetamu yang berdatangan tak terkecuali Dama dan yg lainnya beserta pasangan mereka.
"akhirnya kalian sah juga" ucap Dama langsung memeluk Raffi
"thanks ya ini juga berkat kalian" ucap Raffi
"selamat pak bos, sebentar lagi gue nyusul" ucap bily
"kaya punya calonnya aja" ucap Irwan
"santai ntar malem gue kenalin ke lo semua" ucap billy
lalu mereka pun asik berfoto bersama.
Dan malam ini juga resepsi pernikahan mereka diadakan dengan sangat meriah dan mewah.
semua larut dalam pesta keduanya tak terkeculi billy yang dtang bersama pasangannya
"hey kenalin ni pacar gue" ucap billy menggandeng kekasihnya
"serius lo bil?" ucap irwan
"serius lah, kenalin namanya Syahnaz" ucap billy memperkenalkan kekasihnya
mereka pun sling berkenalan satu sma lain
"udah yuk kita ke pengantinnya, sekalian ngenalin pacar baru gue pasti si Raffi cengo" ucap billy
"kok gitu?" tanya dinar bingung
"liat aja nanti" ucap billy
lalu mereka pun menghampiri Raffi dan gigi
"syahnaz kenapa gandengan sama billy" tanya Raffi heran begitu billy dan syahnaz memberikan selamat
"jelas gandengan dong, kan dia pacar gue" ucap billy
"pacar?, syahnaz pacar lo?" ucap Raffi tak percaya
"emang lo kenal fi?" tanya Dinar
"kenallah orang syahnaz sekretaris gue" ucap Raffi yang membuat yang lainnya cengo.
Hari demi hari mereka lalui sebagai pasangan suami istri yang sangat bahagia dan selalu romantis. kini sudah 3 bulan mereka lalui bersama.
pagi ini sepertinya ada yang salah dengan raffi, Raffi yang biasanya semangat kekantor kini malah jadi males, dia hanya berdiam diri ditempat tidurnya padahal gigi sudah menyuruhnya untuk mandi dan gigi sekarang tengah menyiapkan sarapan untuk Raffi.
"ya ampun Raffi kok ga turun2 sih" gerutu gigi
akhirnya gigi pun kembali masuk kekamar mereka
"ya ampun yang, kok masih ditempat tidur siih" ucap gigi menghampiri Raffi dan duduk dipinggir tempat tidur
"kamu ga kekantor? ini udah jam setengah 8 loh" ucap gigi membuka selimut suaminya yang dari tadi menutupi seluruh tubuh Raffi
"aku males yang, aku ga mau kekantor" ucap Raffi manja
"kamu kenapa? kamu sakit?" tanya gigi lalu meletakkan punggung tangannya dikening Raffi
"ga panas, kamu kenapa sih?" tanya gigi heran
Raffi memindahkan kepalanya ke pangkuan gigi dan memeluk pinggang gigi
"aku mau sama kamu aja" ucap Raffi tanpa membuka matanya
"ih sayang kamu kenapa sih, ga biasanya kaya gini" tanya gigi tambah heran
"iiihh kamu ih, jangan banyak tanya, aku cuma mau kamu sama aku aja satu harian ya" ucap Raffi manja
"ya udah, tapi kamu mandi dulu trus kita sarapan ya" ucap gigi sambil membelai lembut pipi suaminya itu
"nanti dulu yang, sejam lagi ya" ucap Raffi
"ih, kok sejam lagi sih, ayo sekarang" ucap gigi
"tapi ak...."
tiba tiba Raffi langsung turun dari tempat tidur dan berlari kekamar mandi
"yang kamu kenapa" tanya gigi panik dan langsung menyusul Raffi
wleeek wleek wleeek
"yang kmu kenapa? kenapa muntah2 gini" tanya gigi sambil mengusap punggung suaminya yg masih muntah.
"aku ga papa" ucap raffi lalu mencuci mulutnya
kemudian mereka kembali ke tepat tidur
"yang kamu sakit ya, kita kedokter ya" ucap gigi
"engga, aku ga mau kedokter aku mau disini aja sama kamu" ucap Raffi kembali ke posisi sblm dia muntah tdi.
"kalau ga mau kedokter kamu sarapannya" ucap gigi
"ia, tapi kamu yang suapin"
"ia ia, udah kamu tunggu sini ya" ucap gigi lalu turun untuk mengambil roti yg sudah disiapkannya tadi lalu kembali kekamar.
"ini yang, ayo duduk dulu" ucap gigi
Raffi pun duduk lalu gigi menyuapinya hingga habis.
"sekarang kamu mandi ya, bau tau" ucap gigi
"ia, tapi kamu jgn kemana2 ya" ucap Raffi
"ia, emang aku mau kemana sih" ucap gigu
lalu Raffi pun pergi mandi sebelum itu Raffi mencium pipi Gigi lalu berlari menuju kamar mandi.
setelah Raffi selesai mandi mereka pun turun kebawah dan menonton tv sambil bercanda tawa.
"yang aku pengen cupcake" ucap raffi
"cupcake?" tanya gigi
"ia aku pengen cupcake"
"yaudah aku suruh pak romi beli yah"
"ga mau, aku mau kmu yng buat"
"tapiii....."
"aku maunya kamu yg buat, kalo beli mending ga usah sekalian"
"ih kamu itu aneh tau ga"
"ya udah deh, kalau ga mau buatin, aku pergi aja deh" ucap Raffi ngambek lalu beranjak dari duduknya namun gigi dengan cepat menahannya
"ih kamu tuh aneh banget sih"
"mau buatin ga, kalau ga jangan ditahan akunya" ucap Raffi
"ia ia, aku buatin sekarang" ucap gigi
"nah gitu dong" ucap Raffi lalu memeluk gigi
singkat cerita setalh gigi selesai membuat cupcake untuk Raffi mereka pun memakannya berdua, mereka saling suap2an.
malam harinya saat akan hendak tidur Raffi lagi lagi muntah
"aduh yang kamu kenapa sih, kita kedokter aja yuk, atau dokternya aku suruh kesini" ucap gigi
"aku ga papa kok yang, kita tidur aja ya aku lemes banget" ucap Raffi
gigi pun menurutinya.
besok paginya saat gigi bangun dia sudah mendengar suara Raffi yg sedang mundah dikamar mandi
"ya ampun Raffi" ucap gigi langsung menghampiri raffi namun saat gigi akan masuk kekamar mandi Raffi keluar sambil mengelap mulutnya dengan tisu
"kmu udah bangun?" tanya Raffi
"kamu masih mual ya" tanya gigi
"udah enggak kok, oia tadi aku udah siapin sarapan buat kamu tu di atas meja kamu makannya, aku mau kekantor dulu" ucap Raffi yang memang sudah berpakaian rapi
"kamu emangnya bangun jam berapa?"
"jam 6 tadi, udah ya aku kekantor dulu udah kesiangan" ucap Raffi mengecup kening istrinya lalu pergi.
sementara gigi hanya diam terpaku, dia benar2 di buat bingung dengan sikap suaminya belakangan ini.
siang harinya gigi sedang berada di toko kuenya
dia sedang berbincang2 dengan dinar yang kebetulan mampir, mereka terlihat sangat asik mengobrol.
"oia gi gimana kabar suami lo si Raffi?" tanya Dinar
"engga ngerti lah din" jawab gigi
"loh kok gitu? emang raffi kenapa"
"masa nih ya, semalem dia tuh manja banget sampe ga mau kerja, minta cupcake dan harus gue yang ngebuatin" ucap gigi
"tapi itu kan wajar gi, secara lo istrinya kalo dia manja itu wajar kali gi"
"tapi ini beda din, masa satu harian gue dipeluuukin terus, gue ga boleh jauh dari dia"
"wah aneh juga sih, sakit kali dia gi"
"kayanya sih soalnya dia muntah2 terus, tdi pagi jga masih muntah2 tapi badannya ga panas, dia juga bilang ga papa" jelas gigi
"jangan2 lo hamiil giii" ucap Dinar
"gila lo, kalo gue hamil gue yg muntah2 bukan dia"
"eh gi, dulu abang gue juga gitu dia yg muntah2 ngidam yg aneh2 istrinya malah nyantai aja"
"masa sih?".
"coba lo dah telat belom?"
"ia sih, gue udah telat hampir 3inggu"
"ga salah lagi gi lo pasti hamil" ucap dinar
"tapi......."
tiba2 hp gigi berdering "billy?"
"halo bil" ucap gigi
"em gi lo dimana?"
"di toko gue, kenapa?"
"enggak gi, gue cma mau nanya si Raffi lo kasih makan apaan ampe muntah2 gini" tanya billy
"Raffi muntah2?"
"ia, nih tapi dibawa kerumah sakit ga mau"
"ywd gue kesana sekarang" ucap gigi lalu mematikan telfonnya
"Raffi kenapa gi?" tanya dinar
"dia muntah2 lagi, gue tinggal dulu ya" ucap gigi cipika cipiki lalu pergi meninggalkan dinar.
sesampainya dikantor Raffi gigi langsung menuju ruangan Raffi
"yang" panggil gigi lalu menghampiri raffi yang terduduk lemas disofa
"kamu kenapa kesini?" tanya Raffi heran
"kamu kerumah sakit ya, muka kamu pucet loh" ucap Gigi
belum lagi Raffi sempat berbicara gigi kembali berbicara
"bil, tolong suruh pak romi siapin mobil ya, trus bilang juga ke syahnaz semua kegitan Raffi hari ini ditunda aja" perintah gigi
"ia gi" jwb bily
"yang ga usah"
"udah jgn protes ayo ikut aku" ucap gigi mengajak Raffi
setelah dokter memeriksa Raffi, Gigi langsung menanyakan kondisi suaminya itu
"gimana kondisi suami saya dok?" tanya gigi
"suami ibu baik2 saja, hanya sekarang mungkin dia sedikit lemas karna banyak mengeluarkan cairan" ucap dokter
"ini saya berikan vitamin agar suami ibu bisa kembali fit" ucap dokter
"trimakasih dok" ucap gigi lalu pergi bersama Rafi
"tuh kan aku ga papa yang" ucap Raffi
"apa bener aku hamil" batin gigi
"yaaang kmu kok jdi diem aja sih" tanya Raffi
"yang, kita kesana dulu ya" ucap gigi sambil menunjuk bagian kandungan rumah sakit itu
"mau ngapain?" tanya Raffi heran
"udah ikut aja" ucap gigi
lalu gigi pun memeriksakan dirinya ke dokter kandungan dia ingin memastikan apakan perkataan Dinar itu benar. setelah diperiksa gigi raffi pun menghadap dokter
"kalian ini pengantin baru ya" tanya dokter
"ia dok" jwb raffi
dokter itu tersenyum
"selamat ya, sebentar lagi kalian akan menjadi orang tua" ucap dokter itu
"maksudnya?" tanya raffi dan gigi bersamaan
"ya sekarang ibu sedang mengandung"
"istri saya hamil ?" "saya hamil?" ucap mereka lagi bersamaan
"benar" jwb dokter itu
"kamu hamil yang" "aku hamil yang" ucap mereka lagi2 bersamaan lalu raffi langsung memeluk gigi
"kalian berdua ini kompak sekali ya" ucap dokter itu
"maaf dok" ucap Raffi melepaskan pelukannya tapi tetap menggenggam tangan gigi
dokter itu pun menjelskan tentang kehamilan gigi. sedangkan gigi dan raffi terlihat sangat bersemangat mendengarkannya dan mereka juga menanyakan apa2 saja yang harus dilakukan dan tdk boleh dilakukan.
semenjak saat itu raffi semakin perhatian kepada gigi dan mengurangi waktu kerjanya.
setiap bulannya dia rutin mengantarkan gigi untuk periksa kandungan, Raffi selalu berusaha berada disamping gigi, Raffi pun menjadi sangat protectif dia tak mengizinkan gigi untuk melakukan pekerjaan yang membuatnya lelah, mengatur makan gigi, mengingatkan gigi untuk minum susu hamil dan sebagainya.
kini hari yang dinanti tiba
gigi menggenggam erat tangan suaminya sangat erat, sesekali ia menjambak rambut raffi dan kembali menggenggam tangan raffi keringatnya mengucur
membasahi wajahnya. Raffi sedari tadi terus memberikan semangat kepada istrinya hingga beberapa menit kemudian lahirlah seorang bayi laki2 yang sangat tampan, putih dan menggemaskan. setelah bayi itu dibersihkan oleh suster Raffi langsung mengadzani putranya itu kemudian mencium keningnya lalu meletakkannya disisi ibunya.
Bayi laki2 yang lahir tepat ditanggal 17 September bersaman dgn tanggal lahir dan tanggal pernikahan kedua orang tunya itu diberi nama RAFKA ABQARI AHMAD
---BEBERAPA TAHUH KEMUDIAN---
sekarang bayi tampan dan menggemaskan itu telah berubah menjadi seorang remaja yang sangat tampan, wajahnya sangat mirip dengan Raffi. Dia menjadi kebanggaan Raffi dan Gigi satu satunya. dia tumbuh menjadi anak laki2 yang pintar dan selalu membanggakan orang tuanya dalam berbagai hal, dia menyelesaikan S1 dan S2 nya dengan hasil nyaris sempurna dan banyak hal2 lain yang bisa dibanggakan darinya.
"Papa hari ini kekantor ga kekantor lagi ya?" tanya Rafka sambil mengoleskan selai dirotinya
"enggak, papa mau dirumah saja" ucap Raffi
"hmm, kmu kapan mau kenalin Rania (Pacar Rafka) ke mama sama papa" tanya gigi
"ia, katanya mau dikenalin sama papa dan mama" sambung Raffi
"rencananya nanti malam pa, ma biar sekalian makan malem bareng" ucap Rafka
"bagus deh, nanti mama akan siapin semuanya. ya udah lanjutin lagi sarapannya" ucap gigi
setelah selesai sarapan Rafka pun pamit untuk pergi kekantor. dan meninggalkan Raffi dan Gigi berdua dirumah.
Raffi dan gigi terlihat santai duduk di taman belakang rumah mereka
"yang ga kerasa ya sekarang kita udah tua" ucap Raffi
"iaa, sekarang rambut kamu udah ubanan" ucap gigi menyandarkan kepalanya di pundak Raffi
"kamu juga, tapi kmu masih belum berubah, kamu masih tetap cantik" ucap Raffi membelai Rambut gigi
"Rasanya baru kemarin kita nikah sekarang anak kita yang akan nikah" ucap gigi
"ia, nanti kalau Rafka sudah nikah kita bakal jadi opa dan oma"
"ia, dan kita bakal gendong baby lagi" ucap gigi
lalu mereka asik mengingat masa masa saat mereka masih pacaran, menikakah dan mempunyai anak
"yang, kalau nanti aku nyusul papa (sudah meninggal) kamu jaga diri ya" ucap Raffi
"ih kamu apaan sih, kok jadi ngomongin itu"
"suatu saat nanti memang aku akan menyusul papa, dan aku mau diwaktu terakhir ku nanti kamu dan Rafka tepat berada disamping ku"
tanpa sadar gigi menitihkan air matanya lalu memeluk tubuh Raffi erat
"jangan menangis" ucap Raffi yang tau kalu istrinya itu sedang menangis
"aku ga suka kamu ngomong kaya gitu, aku ga mau jauh dari kamu" ucap gigi
"aku akan selalu disamping mu hingga akhir nafasku nanti" ucap Raffi membalas pelukan gigi
malam harinya
"ass ma pa" sapa Rafka lalu mencium tangan mama papanya diikuti oleh Rania
"malem om tante" sapa Rania
"malem, ayo kita makan malam dulu" ajak gigi
"ya tan" jwb Rania
mereka pun makan malam sambil mengobrol ringan.
setelah selesai makan mereka pun asik mengobrol hingga pukul 10 dan Rafka pun menghantarkan Rania pulang.
Hari pun berganti, hari ini langit terlihat sangat cerah keluarga kecil Raffi asik bercengkrama diruang keluarga, entah mengapa rasanya hari ini mereka ingin menghabiskan waktu mereka dirumah dan hanya bertiga saja. dari pagi hingga malam datang mereka habiskan bersama.
kini Raffi dan Rafka tengah asik mengobrol di balkon kamar Rafka
"ka, kalau nanti papa pergi jaga mama ya" ucap raffi
"emang papa mau kemana?" tanya Rafka bingung
"suatu saat nanti pasti papa akan pergi ketempat istirahat papa yang terakhir, dan papa mau disaat papa beristirahat disana kamu jaga mama kamu ya"
"papa ngomong apaan sih, ngapain jadi bahas itu"
"ka janji ya, jangan bikin mama kamu nangis, jaga mama kamu"
"paa, tanpa papa minta Rafka akan selalu ngelakuin hal itu, papa kenapa jadi ngomongin hal spt ini sih"
"kaa, papa udah ga muda lagi, mungkin sebentar lagi papa akan nyusul opa munawar, jadi disaat itu datang kamu yang akan gantiin posisi papa sebagai kepala rumah tangga, jagain mama kamu dan walaupun nanti kamu udah nikah jangan tinggalin mama sendiri ya, mama kamu itu ga bisa tinggal sendirian."
"pa, Rafka ga suka papa ngomongin hal ini, Papa dan mama akan selalu bersama Rafka sampai kapan pun"
"ga ka, nanti papa akan ninggalin kalian walaupun papa ga tau itu kapan"
Rafka hanya diam, sekarang perasaannya ga karuan dia merasa ada yang aneh dengan perkataan papanya.
sementara Raffi melihat bintang2 dilangit sana.
tiba2 seseorang datang dan merangkul keduanya dari belakang
"kalian kenapa belum tidur" tanya wanita itu
"mah" ucap Rafka
ya wanita itu adalah gigi, gigi pun kemudian duduk dipangkuan Raffi
"papa kamu udah lama disini? mama ditinggalin gitu aja dikamar" ucap gigi
Raffi hanya tersenyum lalu mengacak acak rambut gigi.
memang tadinya Raffi dan gigi sudah di kamar mereka namun karna Raffi tak bisa tidur dia masuk kekamar Rafka.
"udah ma, dua jam an lah" jawab Rafka
"kamu itu ya" ucap gigi sambil mencubit pipi Raffi
"aaaww sakit maa" ucap Raffi
"biarin, makanya jangan ninggalin mama sendiarian" ucap gigi
"ya ampun, mama sama papa kaya anak ABG lagi pacaran tau" ucap Rafka
"emang ia?" tanya gigi
"ma, lihat deh bintang2 nya bagus ya" ucap Raffi mengalihkan pembicaraan lalu memeluk gigi
"ia, bintangnya bagus" ucap gigi lalu menggenggam tangan Raffi yg kini melingkar di tubuhnya.
"bener2 deh, Rafka uda kaya obat nyamuk disini" ucap Rafka
"kamu ini, udah deh kita tidur yuk, udah malem banget" ucap gigi
"ia, papa juga udah ngntuk" ucap Raffi
"ya udah yuk" ucap gigi lalu bangkit dari duduknya
"kita tidur bertiga ya" ucap Raffi membuat anak dan istrinya langsung menatapnya
"kenapa? kan udah lama kita ga tidur bertiga" ucap Raffi
"paa Rafka udah gede, udah mau nikah lagi masa ia tidur sama papa mama" protes Rafka
"lah emang kenapa? mama walau udah nikah juga kadang tidur sama oma ga papa" ucap gigi
"tapi kan mama cewek" ucap Rafka
"papa juga dulu sering tidur bareng oma, tapi kalau kamu ga mau jga gapapa, tapi kamu jangan nyesalnya" ucap Raffi lalu berlalu bersama gigi
"ih papa apaan sih dari tadi ngomongnya ngelantur" gerutu Rafka lalu berbaring di kasurnya
"udah yuk tidur" ucap gigi lalu menarik selimutnya
tiba tiba Raffi mengecup keningnya sangaaat lama kemudian mengacak acak rambut istrinya itu
"kamu kenapa?" tanya gigi heran mendapat perlakuan seperti itu
"udah kita tidur ya" ucap Raffi sambil mencium tangan gigi yang sedari tadi dia genggam.
tiba2 terdengar suara ketukan pintu
"maa paa Rafka masuk ya" ucapnya
"ya masuk kaa" sahut gigi
"katanya ga mau tidur bareng papa mama" ucap Raffi begitu melihat Rafka
"ga tau kenapa jdi pengen tidur sama papa" ucap Rafka lalu langsung berbaring disebelah Raffi
"udah sekarang kita tidur ya" ucap gigi
lalu mereka sumua pun terlelap
kini pagi sudah datang dengan, namun langit tak secerah kemarin, langit terlihat mendung bersamaan dengan turunnya rintik hujan.
gigi perlahan membuka matanya duduk lalu merenggangkan tubuhnya, matanya melihat dua orang yang masih tertidur nyenyak mereka berdua terlihat sangat mirip. tak lama Rafka juga mulai membuka matanya
"pagi maa" sapanya lalu duduk dan sedikit merengganggkan tubuhnya
"pagi juga anak mama" ucap gigi sambil tersenyum
"ih papa bangunnya lama" ucap Rafka melihat papanya masih tertidur
"untung kamu ga nurun papa kamu, tapi ka liat deh papa kamu kalau lagi tidur gini kelihatan lucu yaa" ucap gigi lalu membelai wajah Raffi
"ka kok badan papa dingin gini" ucap gigi
"pa, bangun paa udah siang" ucap gigi lagi membangunkan suaminya namun tak ada respon sama sekali
"pa ayo dong bangun, udah siang niiih" ucap Rafka sedikit menarik lengan Raffi
"ka papa kok ga bangun sih, biasanya ga begini" ucap gigi mulai panik
entah mengapa rasanya jantung Rafka tak karuan fikiran2 aneh muncul di otaknya. Rafka memegang pergelangan tangan Raffi mencoba mencari denyut nadinya namun dia tak merasakannya, Rafka mencoba mencari denyut nadi Raffi dilehernya namun hasilnya sama, tak terasa air matanya mulai menetes didekatkannya telinganya tepat di dada Raffi lalu metetakkan kedua jarinya di hidung Raffi. Badannya terasa sangat lemas airmatanya terus mengalir
"ka, kamu kenapa ka, papa kenapa?" tanya gigi
"pa, ayo banguuun paaa" ucap gigi menggoyangkan tubuh Raffi
"ma, pa..pa u dah ga a da" ucap Rafka terbata
"kamu gila ya, papa kamu masih disini" bentak gigi
"paaa ayo bangun, bangun paaa" ucap gigi yang kini juga menangis
Gigi mencoba mengikuti apa yg dilakukan Rafka di mencoba mencari denyut nadi Raffi namun......
"sayaaang ayo banguuun, ini ga mungkin" ucap gigi histeris
"ma, mama tenang" ucap Rafka
"tenang gimana, papa kamu kaaa, papa kamu, cepat panggilin dokter ka cepat kaaa" ucap gigi
"tapi ma, papa udah ga ada" ucap Rafka berusaha tegar
"ga papa kamu cuma tidur , cepat ka panggil dokter" ucap gigi
Rafka pun keluar dari kamar itu lalu memanggil pembantunya
"biiiiii, biibiiiiiiiiii" teriaknya dari dpn pintu kamar Raffi
"ia den" sahut bibi dari bawah
"cepat panggilkan dokter eka, cepaaaat biii" ucap Rafka
"baik den" ucap bibi langsung berlari memanggil dokter eka yang kebetulan adalah tetangga mereka.
"mana ka" tanya gigi yang masih menangis
"ma, mama harus kuat" ucap Rafka
"sayang ayo banguun, bentar lagi dokter datang ayoo bangun" ucap gigi lalu memeluk tubuh Raffi.
tak lama dokter eka pun datang diantarkan oleh bibi
"dok, tolong periksa suami saya, dia gapapakan dok" ucap gigi
"ia bu, akan saya periksa" ucap dokter eka lalu mengambil stetoskopnya kemudian memeriksa Raffi
"maaf bu, pak Raffi sudah meninggal" ucap dokter itu
"ga, dokter bohong, suami saya masih hidup, dia cuma tidur ayo periksa lagi" ucap gigi
"tapi bu, pak Raffi..."
"gaak, Sayang ayo banguuun, buka mata kamuuuu, ayo bangun" ucap gigi histeris
"ma, mama ga boleh gini" ucap Rafka
"ka papa kamu masih hidup kan, papa kmuu"
belum selesai lagi dia bicara tiba tiba gigi jatuh pingsan
"ma, mama! dok tolong mama saya" ucap Rafka
dokter pun segera memeriksa Gigi
gigi tersadar dari pingsannya, dia melihat sekelilingnya sudah ada beberapa orang disana mulai dari mamanya, caca beserta suami dan anaknya serta beberapa orang lainnya
"raffiiiiiii" teriak gigi lalu langsung bangkit dan mencari suaminya
Gigi melihat tubuh suaminya itu sudah ditutup dengan kain
"ga, Raffi masih hidup" ucap gigi histeris
"mbak lo harus tenangin diri lo" ucap caca langsung memeluk kakaknya itu
"ca, Raffi ca" ucap gigi
"mbak harus sabar"
sementara Rafka berusaha untuk tegar walaupun sebenarnya dia tak mampu menahan air matanya.
seminggu berlalu Gigi masih saja terus menangis, tubuh nya terlihat lemas, dia masih saja tak mau beranjak dari kamarnya dia terus memeluk bantal yang terakhir dipakai suaminya
"ma, udah dong jangan gini terus" ucap Rafka
"ma, mama sayangkan sama papa, kalau mama sayang mama jangan sedih terus" ucap Rafka memeluk gigi
"ka papa kamu" ucap gigi
"papa akan selalu ada ma, dihati mama dan Rafka selamanya" ucap Rafka
"ma tadi pak Pratama memberikan ini, katanya ini titipan dari papa sekitar 2bln lalu" ucap Rafka menunjukkan sebuah cd yang dia pegang dari tadi
"kita liat bareng ya" ucap rafka lagi.
Rafka dan gigi pun melihat isi cd itu
Terlihat disana Raffi sedang duduk menghadap kamera
"hay istri ku tercinta dan anak papa tersayang" ucap Raffi sambil melambaikan tangannya
"istri ku jangan nangis dong, Rafka hapusin air mata mama buat papa ya" ucapnya lagi
"tu ma, jangan nangis" ucap Rafka lalu menghapus air mata mamanya kemudian merangkul erat mamanya
"makasih ya ka" ucap Raffi
"sayang kamu jangan nangis lagi ya, aku ga suka liat kamu nangis"
"saat kalian liat video ini mungkin papa udah ga ada disamping kalian, tapi kalian ga boleh sedih"
"papa udah ga muda lagi, ini sudah waktunya papa ninggalin kalian jaga diri kaliannya dan kamu Rafka jaga mama kamu ya jangan biarin mama kamu nangis lagi"
"Sayang maafin aku ya, selama hidup ku aku belum bisa jadi suami yang sempurna buat kamu, aku belum bisa mewujudkan semua keinginan kamu, tapi kmu harus tau satu hal aku sangat mencintai kamu Nagita Slavinna, aku mencintai kamu hingga akhir nafasku"
"Rafka Abqari Ahmad putra papa satu satunya, kebanggaan papa mungkin saat ini kamu udah jadi suami atau mungkin kamu udah menjadi ayah untuk anak kamu. tetaplah jadi Rafka nya papa dan mama jaga mama kamu, jangan biarin dia nangis gara2 kmu dan jangan pernah tinggalin mama kamu ya, papa sangat menyanyangi kamu"
"sekarang kita lihat semua kenangan kita ya"
kemudian terlihat disaat Raffi melamar gigi, mengucapkan ijab qabul, resepsi pernikahan mereka, liburan mereka kebeberapa negara sebelum gigi melahirkan, acara empat bulanan, acara tujuh bulanan.
"sayang lihat waktu kamu mempertaruhkan nyawa kamu untuk melahirkan anak kita Rafka"
video saat gigi melahirkan dimana dia benar2 berjuang antara hidup dan mati
"mama kamu hebat kan ka"
lalu terlihat video saat acara aqiqahan Rafka, saat Rafka belajar berjalan, saat Rafka mulai bisa memanggil mama dan papa, saat Rafka belajar membaca dan menulis, saat Rafka mulai masuk sekolah, ikut perlombaan, ikut karate, dan video video kebersamaan lainnya termasuk saat Rafka diwisuda dan menjadi mahasiswa terbaik di kampusnya.
"semua udah kita lalui bersama, terimakasih ya Istriku, kamu selalu ada untuk aku disaat aku susah maupun senang, trimakasih sudah memberikan aku seorang anak yang sangat tampan dan selalu membanggakan ku. Rafka makasih ya sayang udah jadi anak kesayangan papa jadi anak kebanggaan papa, sejak kamu lahir didunia ini kamu itu penyemangat papa untuk hidup, kamu alasan papa untuk tetap kuat. sekarang lanjutkan lah hidup kalian walau tanpa ada papa disamping kalian tapi percayalah papa selalu dihati kalian"
"makasih Istri dan anakku sudah selalu bersama papa hingga akhir nafas papa. kalian jangan sedih lagi ya. papa sudah tenang di tempat peristirhattan papa, jangan lupa main kesana ya, doain papa"
"Dada 👋👋muaaaach 😘"
Video itu diakhiri dengan rangkaian foto2 kebersamaan mereka
saat melihat video itu tanpa disadari gigi dan Rafka sama2 menitihkan air mata
Rafka segera menghapus air matanya kemudian menghapus air mta mamanya
"mama dengerkan, papa ga suka liat mama nangis" ucap Rafka
"ia mama ga akan sedih lagi" ucap gigi lalu memeluk Rafka
Mereka pun mulai menata hari - hari mereka tanpa kehadiran Raffi di sisi mereka.
--SELESAI--
INI CUMA FIKTIF!!
jangan dianggap serius.
Maaf bila cerbung ini tidak berkenan dengan kalian.
Trimakasih sudah membaca cerbung Lia dari awal hingga akhir.
Untuk komentar, kritik dan saran
silahkan ke akun twitter aku
@Liaa_RA17
bikin cerbung lg mba krna sya salh satu peminat setia pembca cerbung RANS anda hehehh
BalasHapus