"gi, gigi giiii" panggil RAffi sambil mengetuk pintu rumah gigi
namun tak ada yang membukakan pintu untuk Raffi
"gi buka pintunya gi aku mohon, aku bisa jelasin semuanya gi" teriak Raffi
"gi, gigiiiiiiii"
"gi semua itu cuma salah faham gii" teriak Raffi
sementara gigi dikamarnya masih saja menangis ditemani oleh mama rita
"gi, cobalah temui Raffi, mungkin dia benar ini semua cuma salah faham" ucap mama sambil mengelus Rambut gigi
"ga ma, gigi ga mau"
"tapi sayang masalah ini ga akan selesai kalau kamu begini terus" nasehat mama
"gigi ga mau ketemu Raffi mah, sekarang gigi cuma mau sama mama" ucap gigi memeluk mamanya sambil menangis
"baiklah kalau itu keinginan kamu, tapi berhentilah menangis" ucap mama rita.
"gi, aku ga akan pergi dari sini sebelum kamu dengerin penjelasan aku, aku tau kamu denger aku gi" teriak Raffi lagi
"gi, gigiiiiii"
suara Raffi makin membuat gigi menangis disatu sisi dia masih merasakan sakit hati karna perbuatan Raffi dan disisi lain gigi benar2 tak tega dengan Raffi.
setelah sedari tadi menangis gigi kini tertidur dipangkuan mamanya sementara RAffi masih saja berharap gigi keluar dan mau mendengarkan penjelasannya
namun sayang hingga pagi hari gigi tak kunjung keluar walaupun begitu Raffi masih juga tak beranjak dari depan rumah gigi penampilannya kacau, kantung matanyanya terlihat jelas, wajahnya sangat lelah namun Raffi seakan tak memperdulikannya yang ada di fikirannya adalah nagita, nagita dan nagita
tiba2 mama rita membuka pintu, mendengar suara pintu Raffi langsung menghampiri mama rita
"Raffi kamu masih disini?" ucap mama rita
"tan tolong izinin Raffi ketemu sama gigi, Raffi harus ngejelasin ini semua ke gigi tan, Raffi mohon tan" ucap Raffi memohon
"Raffi tante percaya kamu ga akan mungkin ngelakuin itu, tapi gigi belum mau ketemu sama kamu" ucap mama rita
"tante tolong tan, tolong bujukin gigi tan. Raffi punya bukti kalau semua ini cuma salah faham, Raffi mohon tan" ucap Raffi
"baik lah, akan tante usahakan, sekarang kamu masuk dulu"
"makasih tan, makasiiih" ucap Raffi lalu mengikuti mama rita masuk
"kamu duduk dulu, biar tante panggilkan gigi" ucap mama rita kemudian menaiki anak tangga menuju kamar gigi.
bukannya duduk Raffi malah mondar mandir ga jelas
"giii" panggil mama
"ia ma" jwb gigi
"kamu ikut mama kebawah sebentar ya"
"mau ngapain ma, Raffi masih dibawahya"
"emm, udah ayo ikut mama aja" ucap mama
gigi pun mengikuti mamanya sampai dibawah gigi melihat Raffi sedang mondar mandir
"maaa" ucap gigi
"bicarakannlah dengan baik2" ucap mama rita
"gigi, aku mohon dengerin aku" ucap Raffi menghampiri gigi
"ga, aku ga mau" ucap gigi berusaha kembali ke atas
namun dengan cepat Raffi menahan tangan gigi
"gi aku mohon dengerin aku dulu gi, aku mohon gi" ucap Raffi
"aku, aku ga mau" ucap gigi kembli menangis
"gigi, cobalah dengarkan penjelasan Raffi dulu" ucap mama
"tapi maa"
"gi aku mohon, aku janji setelah aku jelasin semuanya aku akan ikuti semua kemauan kamu sekalipun kamu minta aku untuk pergi dari hidup kamu" ucap Raffi
akhirnya gigi pun mau mendengarkan Raffi sedangkan mama rita lebih memilih pergi agar raffi dan gigi bisa menyelesaikan masalahnya.
Raffi pun segera memutarkan rekaman cctv yang dari semalam berada di tangannya.
melihat rekaman itu gigi kembali menangis namun dengan cepat Raffi menghapus air mata gigi
"gi, aku mohon maafin aku, aku bener2 ga tau putri akan ngelakuin itu. aku mohon percayalah" ucap Raffi berlutut didepan gigi
gigi langsung memeluk Raffi
"harusnya aku yang minta maaf, seharusnya aku ngedengerin penjelasan kamu dari semalam" ucap gigi menangis
"berhentilah menangis, yang penting kamu udah tau semuanya" ucap Rafgi mengelus rambut gigi kemudian merenggangkan pelukannya dan kembali menghapus airmata gigi
"emm, fii" ucap gigi
"ya, kmu ga akan minta aku untuk pergi dari kamu kan" ucap Raffi
gigi menggelengkan kepalanya
"bagus deh, jadi kamu mau ngomong apa" tanya Raffi
"kamu belum mandi ya" ucap gigi
"emm belom, aku bau ya" ucap Raffi sambil mencium badannya sendiri
gigi pun mengangguk
"abisnya kamu ga bukain pintu buat aku"
"jdi kmu semalaman diluar?"
"ia"
"maafin aku ya, gara2 akuu…"
"ga ini semua bukan salah kamu, ini semua keinginan aku untuk nungguin kamu" ucap Raffi
"kamu tunggu disini" ucap gigi lalu pergi begitu saja
"gi, kamu mau kemana" tanya Raffi bingung
tak lama gigi kembali dengan membawa kotak p3k, dan air
"kamu mau ngapain" tanya Raffi
"kamu sini deket aku" ucap gigi
kemudian Gigi membersihkan wajah Raffi dengan kain basah kemudian mengobati lebam2 di wajah Raffi
"pasti kamu belum obatin dari semalam, maaf ini semua gara2 aku" ucap gigi
"makasih, udah seperhatian ini sama aku, semua ini ga ada apa2nya dibandingkan rasa sakit aku kalau aku sampai kehilangan kamu" ucap Raffi
"udah, kamu diem dulu" ucap gigi.
setelah selesai gigi menyuapkan roti yang diantar bi siti ke Raffi
"kamu jga pasti belum makan dari semalam, sekarang kamu makan dulu, aku ga mau kamu sakit" ucap gigi
raffi pun memakannya.
sementara itu kini irwan janjian dengan dinar dan billy.
irwan pun menjelaskan semuanya ke dinar dan billy walaupun mereka sempat tak percaya namun irwan berhasil meyakinkan mereka
"astaga, ga seharusnya gue mukulin Raffi" ucap billy menyesal
sementara Dinar hanya terdiam namun tiba2 saja dia bangkit dri duduknya
"ada hal yang harus gue urus" ucap dinar lalu berlalu begitu saja
"si dinar kenapa?" tanya irwan
"mana gue tau, tapi sekarang apa Raffi udah ngejelasinnya ke Gigi?' tanya Billy
"gue ga tau bil, gue harap sih udah" ucap irwan
sekarang Raffi telah selesai mandi dan untungnya dia membawa baju dimobilnya
"sekarang peluk aku lagi mau ga? aku udah wangi" ucap Raffi membentangkan tangannya
"ih apaan sih, malu tau ada mama" ucap gigi
"mana, ga ada kok" ucap Raffi langsung memeluk gigi
"ya ampun, semalam aja nangis nangisan, sekarang main peluk2kan aja" ucap mama rita tiba2 dtng
"eh tante maaf tan" ucap Raffi nyengir lalu melepaskan pelukannya
"ia, sekarang udah jelaskan semuanya" ucap mama
Raffi dan gigi hanya mengangguk
"ini sebagai pembelajaran untuk kalian berdua, lain kali kalau ada masalah langsung diomongin baik2 jangan sampai berlarut2" ucap mama rita
"ia ma" jwb gigi
"yaudah kalau gitu mama kekamar dulu" ucap mama lalu pergi
"yang aku pulang dulu ya" ucap Raffi
"ia, tapi kamu yakin mau nyetir sendiri?"
"ia emang kenapa"
"kamu ga liat kantung mata kamu ini, kamu belum tidur semalam, aku ga ngizinin kamu nyetir sendirian"
"tapi aku harus pulang"
"kamu diantar supir aku, kalau ga, ga usah pulang"
"iya udah, terserah kamu aja"
akhirnya Raffi pun pulang diantar supir gigi dan benar saja sepanjang perjalanan Raffi tertidur.
Dinar rupanya menuju kantor Raffi
"mana ruangan putri sekretaris pak Raffi" tanya dinar kesalah satu pegawain
"disitu bu" jwbnya sambil menunjukkan ruangan putri
"oh, makasih ya" ucap dinar langsung menuju ruangan putri
"eh, din ngapain disini" tanya putri
Plaaaak tamparan dinar mendarat di pipi kiri putri
"aaaw apaan sih lo din" ucap putri memegang pipinya
Plaaaak kini tamparan dinar mengenai pipi kanan dinar
"dinar, maksud lo apaan sih" bentak putri
"lo pantes nerima itu, karna lo udah ngerusak hubungan raffi gigi dan satunya lagi karna lo hampir ngerusak persahabatan gue dan Raffi" ucap dinar.
"tpi yg ngelakuin itu semua Raffi, bukan gue" ucap Putri membela diri
dan sekali lagi
Plaaak tamparan itu didapatkan putri
"itu karna lo udah ngefitnah Raffi, gue ga nyangka lo selicik itu put, kami udah tau yang sebenarnya jadi jangan pernah coba2 ngefinah Raffi lagi" ucap dinar kemudian pergi meninggalkan putri
"minggir minggir" ucap dinar saat keluar karna pegawai lain dari tadi asik melihati mereka
"sialan liat aja lo, gue bakal balas semuanya" ucap putri
setelah dari kantor Raffi dinar bergegas menuju rumah gigi
"gi, lo udah tau semua kan" tanya dinar
"ya din, gue udah tau semuanya" jwb gigi
"syukurlah, gue uda beri pelajaran tu si putri" ucap dinar
"maksudnya?"
"udah lo ga perlu tau" ucap dinar
keesokkan harinya
Raffi mulai bekerja kembali tentunya dengan tumpukan berkas2 yang kini bertambah banyak tapi sebelum raffi mulai bekerja Raffi memanggil Putri keruangannya.
Putri pun duduk di depan Raffi
"ada apa fi" tanya putri
"ini surat pemecatan kamu, dan sekrang silahkan keluar dari rungan saya" ucap Raffi
"tpi fi, kmu ga bisa mecat aku gitu aja" ucap putri tak terima
"silahkan keluar" ucap Raffi lagi
"fi, kmu ga bisa………"
"aku bisa, sekarang keluar atau aku panggil satpam" ucap Raffi
"gak fi, kamu ga boleh mecat aku" ucap putri lagi
Raffi mengangkat gagang tlpnya
"panggil satpam keruangan saya sekarang" ucap Raffi lalu kembali menaruh gagang tlp itu
"fi kamu ga punya alasan buat mecat aku "
satpam pun datang
"permisi pak"
"bawa dia keluar dari ruangan saya, dan pastikan dia tak kembali masuk keruangan ini" ucap Raffi
satpam itu pun langsung membawa putri keluar dari ruangan Raffi.
Dan saat ini raffi sudah mempunyai pengganti putri sebagai sekretarisnya dan juga pengganti pak alex sebagai wakilnya.
saat jam makan siang billy masuk keruangan Raffi
"fii" panggil Billy
"ya, kenapa bil" tanpa mengalihkan pandangannya dari berkas dimejanya
"fi gue minta maaf soal yang kemaren" ucap billy
Raffi menatap kearah billy
"lo santai aja, gue ga marah kok" ucap Raffi
"tapi fi.."
"tpi gue bakal marah kalo lo terus terusan minta maaf" ucap Raffi
"ya udah terserah lo, eh fi tu sekretaris baru lo, cepat amat lo nyarinya"
"gue sebenarnya udah mau mecat putri dari lama, cuma gue harus cari gantinya, karna gue udah ada gantinya gue langsung pecat putri dan langsung nyuruh dia kerja" ucap Raffi
"ooh, bagus kalo gitu, eh tapi fi lo gak laper, udah jam makan siang nih" ucap billy
tiba2 thandphone Raffi berdering dan Raffi langsung mengangkatnya
"ya sayaang" ucap Raffi
"eemm, iya nih aku lagi makan"
"beneran, kalo ga percaya tanya billy nih aku makan bareng billy" raffi mengedipkan matanya memberikan kode ke billy
"ya ya gi ini gue lagi makan ma Raffi ditraktir lagi" ucap billy
"tuh kan, yaudah kamu jangan lupa makan juga ya sayang"
"ia, bye sayaaang muach" ucap Raffi mengakhiri pembicaraan
"karna lo udah nyuruh gue bohong, lo harus tanggung jawab atas kebohongan gue" ucap billy
"ia ia, gue yang traktir" ucap Raffi
kemudian mereka pun pergi untuk makan siang
Hari demi hari mereka lewati.
Gigi, mamanya dan mama amy disibukkan gengan persiapan pernikahan Raffi gigi. Disaat gigi sibuk mempersiapkan pernikahan mereka Raffi masih sja sibuk dengan pekerjaannnya dikantor.
siang ini mereka akan melakukan fitting pertama baju pengantin namun hingga jam setengah dua Raffi belum menunjukkan batang hidungnya.
"duh si Raffi kemana sih" gerutu Gigi
"udalah gi palingan bentar lagi dia datang" ucap Dinar
"tapi din kan kemaren janjinya jam 1 ini udah setengah dua gue ga enak sama lo, harusnya lo kan bisa ngerjain yang lain" ucap gigi
"yaelah gi, sama gue ini udalah santai aja, nah dari pada lo ngegerutu sendiri mending lo yang fitting duluan" ucap dinar
"yaudah deh" ucap gigi
kemudian gigi pun mencoba baju pengantinnya dan memang sudah cukup pas hanya beberapa saja yg harus dibenahi agar lebih sempurna.
saat gigi selesai mencoba baju pengantinnya Raffi baru datang dengan helm dikepalanya dan nafas terengah engah.
"maaf ya, aku telat" ucap Raffi menghampiri gigi
gigi hanya diam lalu duduk di kursi tak jauh dari tempatnya berdiri tadi. Raffi yang sadar gigi marah langsung menghampiri gigi dan duduk didepan gigi
"maafin aku ya, tadi macet banget beneran deh" ucap Raffi
namun gigi hanya diam dan tak menggubris perkataan Raffi
"gi aku beneran minta maaf ya sayang, jangan ngambek ya" ucap Raffi
gigi melihat kearah raffi. niat ingin memarahi Raffi luntur seketika begitu melihat raffi dengan helm dikepalanya, keringat yang mengucur di wajahnya dan wajah yang kelihatan sangat lelah.
"gi jgan diam aja dong aku minta maaf" ucap Raffi lagi
gigi hanya diam kemudian melepaskan helm dikepala Raffi kemudian mengelap keringat Raffi dan memberikan minumnya untuk Raffi.
Raffi hanya diam kebingungan lalu meminum minuman yang diberikan oleh gigi
"kamu udah ga marah kan" ucap Raffi
"udah sana cobain bajunya, dinar udah nungguin" ucap gigi
Raffi pun menurutinya.
setelah selesai Raffi kembali menghampiri gigi dan kini duduk disamping gigi
"yang" panggil Raffi
"emmm"
"yang kamu masih marah?"
"enggak"
"kalo enggak kenapa diam doang jangan diam doang dong, ngomong apa kek gitu" ucap Raffi
melihat dinar akan menghampiri mereka gigi segera bangkit dari duduknya lalu sedikit menghampiri dinar
"makasih ya din, kalo gitu gue balik dulu" ucap gigi lal cipika cipiki dengan dinar
Raffi dibuat tambah bingung melihat tingkah gigi lalu ikut pamit dengan dinar dan menyusul gigi.
"gi tunggu dulu dong, aku anter kamu pulang ya" ucap Raffi menahan gigi
"mana mobilnya" tanya gigi
Raffi melihat mobilnya yang baru datang
"itu ayo" ucap Raffi kemudian gigi pun mengikutinya
"pak, bapak pulang aja. biar saya yg bawa mobilnya, ni ongkos untuk bapak pulang" ucap Raffi kesupirnya karna memang pada saat ke butik dinar Raffi menggunakan ojek.
diperjalanan gigi hanya diam dan Raffi yang menyadari akan hal itu berusaha untuk kembali meminta maaf
"yang jangan diam aja dong" ucap Raffi
"yang aku bener2 minta maaf, tdi itu aku lupa" ucap Raffi jujur.
"tapi tadikan aku uda nelfon kamu dari jam 12, trus kenapa ga diangkat" ucap gigi
"tdi aku masih banyak kerjaan gi, maafin aku ya" ucap Raffi lagi
"seharusnya kamu ingat, masa untuk pernikahan kamu aja kamu ga ingat" ucap gigi
"ya maaf yang, aku janji ini terakhir kali aku lupa kaya gini, beneran deh kamu jangan marah lagi ya, maafin aku" ucap Raffi
"ia ia" ucap gigi
"kalo dimaafin senyum dong masa masih cemberut gitu, senyum dong" ucap Raffi
gigi pun meberikan senyuman manisnya
"nah gitu dong" ucap Raffi lali mengacak acak Rambut gigi.
"nah udah sampe, kmu istirahat ya" ucap Raffi begitu didepan rumah Gigi
"kamu ga mampir dulu" tawar gigi
"enggak, aku mau balik lagi kekantor" jwb Raffi
gigi melihat jam tangannya yang menunjukkan pukul 4
"ini udah jam pulang kerja Raffi" ucap gigi
"bentar aja" ucap gigi
"terserah kamu deh, yaudah kamu hati2 ya" ucap gigi lalu akan membuka pintu mobilnya.
Baru saja gigi akan keluar terdengar suara perut Raffi yang membuatnya langsung melihat kearah Raffi dan menutup pintunya lagi
"loh kenapa?" tanya Raffi heran
"kmu udah makan siang?" tanya gigi
"haaa em u udah kok, udah" jawab Raffi gugup
"bohooong" ucap gigi
"bee beneran kok, aku udah makan" ucap Raffi
"trus kenapa tadi perutnya bunyi"
"em eng enggak kok, kamu salah denger" elak Raffi
"ga aku ga salah denger, kmu bohong" ucap gigi lalu memanyunkan bibirnya
"ia ia, aku belom makan" ucap Raffi
"udah jangan manyun gitu lagi dong" ucap Raffi mencolek dagu gigi
"kamu itu jangan terlalu mikirin pekerjaan kamu doang, kesehatan kamu itu lebih penting Raffi" ucap gigi
"ia ia maafin aku ya, jangan marah dong" bujuk Raffi
namun gigi hanya diam
"ia nanti habis dari kantor aku makan deh" ucap Raffi
mendengar perkataan Raffi tadi membuat gigi membulatkan matanya
"kmu bilang abis dari kantor?" ucap gigi dengan nada tinggi
"ia, abis dari kantor" jwb Raffi santai
"kalau kamu pulang dari kantor itu namanya kmu makan malam Raffi" ucap gigi
"ya abis mau gimana lagi aku harus kekantor dulu, abis itu baru deh aku makan" ucap Raffi kemudian menoleh kearah gigi namun gigi sudah tak ada
"lah si gigi ilang kemna?" ucap Raffi sendiri
"ayo turun" ucap gigi yang ternyata sudah berada diluar mobil dan menarik Raffi keluar dari mobilnya
"lo yang, mau kemana aku harus kekantor dulu" ucap Raffi bingung
"udah kamu harus ikut aku" ucap gigi terus menarik Raffi masuk kedalam rumahnya
"eh udah pulang, gimana fittingnya" tanya mama rita begitu melihat raffi gigi
"lancar kok ma" ucap gigi lalu menyalam tangan mamanya diikuti oleh Raffi
"tapi Raffinya kok ditarik2 gitu sih gi" tanya mama rita
"mama masak kan ma?" tanya gigi
"ia" jwb mama
gigi pun langsung menarik Raffi kemeja makan kemudin menyuruhnya duduk dan segera mengambilkan makanan untuk Raffi
"sekarang makan sampe habis" ucap gigi lalu duduk disamping Raffi
"kalian kenapa sih" tanya mama rita heran
"ini mah, dia belom makan dari tadi siang, trus mau balik ke kantor lagi" jls gigi
mama rita hanya menggelengkan kepalanya lalu pergi meninggalkan mereka berdua
"udah makan, tunggu apa lagi" ucap gigi melihat Raffi yang belum memakan makanannya
"tapi gi, aku harus kekantor" ucap Raffi
"Raffiiiii ayo makan" ucap gigi
tak ingin melihat calonn istrinya itu marah lagi Raffi pun memakan makanannya
"udah" ucap Raffi
"apanya yang udah, kamu baru makan 4 suap, ayo makan lagi" ucap gigi
"tdi udah lebih dari 4 suap yang" ucap Raffi
"bohong, ayo makan lagi" ucap gigi
namun Raffi hanya diam, melihat Raffi begitu gigi pun mengambil piring Raffi kemudian menyuapkan makanannya kemulut Raffi
"aaaa" ucap gigi membuka mulutnya
"tapi yang aku udah kenyang"
"enggak ayo buka mulutnya" paksa gigi
akhirnya Raffi pun mengalah, gigi menyuapi Raffi hingga habis
"selesai" ucap gigi kemudiam memberikan minum untuk Raffi. Raffi pun meminumnya
Raffi melihat jam tangannya yg menunjukkan pukul 5 kemudian dia menghela nafas panjang lalu menatap gigi yang tersenyum
"aku balik ya, aku mau kekantor dulu" ucap Raffi
"ga usah, kan bisa besok mending kamu pulang trus istirahat, aku ga mau kamu sakit karna kelelahan" ucap gigi
"tapi yaang"
gigi langsung memasang wajah BT dan memalingkan wajahnya dari Raffi
"ia ia aku ga kekantor, aku langsung pulang" ucap Raffi seakan mengerti raut wajah gigi
"ya udah hati2 ya" ucap gigi tersenyum manis.
Raffi pun akhirnya pulang.
seminggu setelah itu kini Raffi harus pergi ke Bali untuk mengurus perusahaannya disana selama 5hari.
"kamu disana jangan terlalu capek, dan satu lagi jangan lupa makan" ucap gigi
"siap bos" ucap Raffi memberi hormat
"ih Raffi apaan sih" ucap gigi
"yaudah kamu jga kalo ga ada aku jgn macem2 ya apalagi kalo kamu sampe selingkuh!" ucap Raffi
"apaan sih, yang ada kmu tu yang selingkuh" ucap gigi
"emang aku mau selingkuh sama siapa coba" tanya Raffi mencolek dagu gigi
tiba2 sekretaris Rafi datang untuk memberitahu pesawat akan segera berangkat
"permisi pak, sebentar lagi pesawat akan segera berangkat" ucapnya
selama dia berbicara gigi memandanginya dari atas hingga bawah. gigi memang baru pertama kali bertemu dengan sekretaris Raffi ini.
"ia, kamu duluan nanti saya menyusul" ucap Raffi
kemudian sekretaris Raffi pun itu pergi.
"ih kamu ngapain sih liatinnya gitu banget" ucap Raffi
"ga papa, cantik ya" ucap gigi
"cantikkan kamu lah, kenapa sih cemburu ya"
"enggak, yaudah kmu pergi sana gih"
"yakin ga cemburu, aku cuma pergi berdua loh sama dia" goda Raffi
"ya udah pergi sana, selamat berdua duaan ya" ucap gigi
Raffi langsung memeluk gigi
"jangan gitu dong ngomongnya, aku kan bakal ketemu client disana jadi ga cuma berdua doang kok" jelas Raffi tanpa melepaskan pelukannya
"ia ia, udah sana nanti ketinggalan pesawat lagi" ucap gigi sedikit merenggangkan pelukannya
"yaudah, aku berangkat ya" ucap Raffi lalu mengecup kening gigi.
"hati2 ya" ucap gigi
Raffi pun pergi, setelah Raffi masuk gigi pun segera bergegs ke tokonya
4hari sudah berlalu dan besok malam Raffi akan kembali kejakarta.
gigi akan segera pulang kerumah karna hari sudah sore namun saat akan pulang salah satu karyawannya memberikan sesuatu ke gigi
"apa ini, dari siapa" tanya gigi
"kurang tau bu, tadi kurir yang mengantarkannya" jawab pegawai itu
"oh ya sudah, trimakaauh" ucap gigi lalu pergi menuju mobilnya.
sesampainya dirumah gigi langsung mandi kemudian makan bersama dengan keluarganya setelah selesai makan mereka berbincang bincang
"gi gimana persiapan pernikahan kamu?" tanya papa
"udah 60% persen pa" jwb gigi
"bagus lah, kamu jangan terlalu capek mengurusnya" ucap papa
"ia pa, lagian gigi juga seneng ngelakuinnya" ucap gigi
" oia kapan kalian akan membeli cincin pernikahannya" tanya papa
"kata Raffi sih nanti pa, setelah dia balik dari Bali" jwb gigi
"mbak gue ikut ya" ucap caca
"nah lo ngapain ikut, emang lo make cincin jga gitu" ucap gigi
"enggak sih, tapi…"
"yaudah lo diem nyantai aja dirumah, ngapain ikut" potong gigi
"udah jangan ribut" ucap mama
mereka pun asik berbincang hingga pukul 10 malam.
"mah pa, gigi kekamarnya udah ngantuk" ucap gigi.
"ia, mama sama papa juga mau istirahat, kamu jga cha istirahat" ucap mama
lalu mereka kembali kekamar masing2
saat akan tidur gigi teringat akan kiriman yang belum sempat dia buka tadi
gigi pun mengambilnya kemudian membukanya didalammya terdapat tulisan
"DIA TAK AKAN PERNAH MENJADI MILIK MU!!!"
"apaan sih maksudnya" gerutu gigi
lalu gigi mendapatkan beberapa foto disana. ya itu adalah foto Raffi bersama beberapa orang perempuan yang seperti berada di sebuah club malam.
"ga ini ga mungkin Raffi" batin gigi
gigi pun segera mengambil handphonenya kemudian menelfon Raffi namun hingga berulang kali Raffi tak kunjung mengangkatnya. gigi benar2 bingung namun untuk kali ini dia tak ingin berburuk sangka terhadap Raffi dia berusa tenang hingga Raffi pulang nanti dan memberikan penjelasannya tentang foto2 itu walaupun sebenarnya gigi sangat takut bila foto2 itu benar. dan untuk kali ini juga gigi tak ingin memberitahu siapapun karna dia takut kalau nantinya orang yg diberitahunya menjadi emosi dan bisa jadi kejadian dulu terulang lagi billy memukuli Raffi hingga babak belur
keesokkan sore setelah selesai dari tokonya gigi berniat segera ke bandara untuk menjemput Raffi walaupun Raffi melarangnya namun baru saja keluar dari tokonya seseorang datang menghampirinya.
"hay gi" sapa orang itu
"Andre" ucap gigi kaget
ya andre adalah mantan gigi sebelum Raffi kembali ke Indonesia
"apa kabar gi" tanyanya
"baik baik kok" jawab gigi
"eh gi lo ada waktu ga, gue pengen ngobrol sama lo" ucap Andre
"tpi ndre gue mau...."
"udalah kali ini aja, sebentar doang kok" potong andre
gigi hanya diam ntah apa yang ada difikirannya.
"kalo diem berarti ia" ucap Andre lalu mengajak gigi ke mobilnya.
sementara Raffi baru saja sampai dijakarta dan dia langsung menelfon gigi namun gigi tak mengangkat telfonnya. karna gigi tak mengangkatnya Raffi mencoba menghubungi caca berharap gigi sedang berada dirumah
"halo ca, mbak gigi dirumah?" tanya Raffi
"enggak kak, mbak gigi belom pulang" jawab cava
"oh makasih ya" ucap Raffi lalu mematikan telfonnya
Raffi pun bergegas le toko gigi, berharap gigi masih disana
"bu Nagita dimana?" tanya Raffi pada salah satu karyawan
"buk nagita sudah pulang pak" jawabnya
"sudah lama?"
"sudah lumayan lama pak, tdi ibu Nagita pulang bersama pak Andre" jelas karyawan itu
"andre? ya sudah trima kasih" ucap Raffi lalu kembali kemobilnya.
"andre? kaya pernah denger tapi siapa ya" batin raffi
lalu Raffi mencoba mencari keberadaan gigi lewat GPS dan Raffi pun langsung menuju dimana gigi berada.
sesampainya disebuah restoran Andre langsung mangajak gigi masuk dan langsung memesan makanan
"emm gi mau pesen apa?" tanya Andre
"gue pesen jus juruk aja" ucap gigi
"makanannya enggak?"
"enggak"
Andre pun memesan kan makanan untuk gigi.
gigi akan mengambilnya hpnya ditas dia ingin memastikan apakan Raffi sudah di jakarta atau belum. namun belum lagi gigi mengambilnya Andre menggenggam tangan gigi
"andre apaan sih" ucap gigi melepaskan genggaman andre
"maaf gi, maaf kalo kamu ga suka" ucap Andre
"tapi gi aku ingin bilang kekamu kalau aku mau balikan sama kamu" ucap andre lagi
mendengar perkataan andre itu membuat gigi kaget bukan main
"tapi aku ga bisa, aku..."
"gi aku mohon kita kan putus dgn baik2 aku yakin pasti kita bisa memulainya dari awal" potong Andre kembali menggenggam tangan gigi
"maaf andre aku ga bisa, aku akan..."
"kamu pasti bisa gi, kita bisa nyatuin cinta kita lagi aku yakin gi" potong andre lagi dan kini tambah mengeratkan genggamannya dikedua tangan gigi
Raffi yang baru saja sampai dan langsung melihat itu terlihat sangat emosi dan langsung menghampiri gigi dan andre
BERSAMBUNG.....
Cerita ini hanya fiktif belaka,
Untuk komentar, kritik dan saran
silahkan ke akun twitter aku
@Liaa_RA17
thanks for reading......
Tidak ada komentar:
Posting Komentar