Kamis, 04 Juni 2015

HINGGA AKHIR NAFASKU Part 5

dokter pun segera memeriksa raffi dan benar saja botol infus yang berikan keraffi sudah bercampur dengan sesuatu
"segera ganti botol infusnya" ucap dokter itu pada susternya
"segera ambil darah pasien, dan lakukan pemeriksaan" tambahnya
melihat hal itu mama amy terus menangis
"dok anak saya kenapa dok, anak saya gapapa kan dok" ucap mama amy panik
"ma tenang dulu" ucap papa.
"maaf bapak dan ibu silahkan tunggu diluar, agar dokter dapat konsentrasi menangani pasien" pinta salah satu suster
papa dan mama pun mengikuti ucapan suster untuk keluar ruangan
"pa, Raffi gimana pa" ucap mama
"sabar ma kita tunggu dokter memeriksa Raffi " ucap papa
salah satu suster keluar membawa sample darah raffi menuju labolaturium
mama amy terus menangis.
"mama tenang, Raffi akan baik2 saja" ucap papa menenangkan, papa mengajak mama duduk agar bisa sedikit tenang.
"mama tunggu disini, ada hal yg harus papa lakukan" ucap papa melinggalkan mama amy yang masih menangis
papa munawar meminta pihak rumah sakit mengechek kamera sisi tv untuk dapat melihat siapa dokter gadungan itu dan menelfon anak buahnya untuk mencari dokter gadungan itu dan juga menjaga ruangan Raffi

sementara gigi yang baru saja sampai rumah merasa ada yang aneh dengan dirinya, dia terus memikirkan Raffi
"gi kamu kenapa?" tanya mama rita yang melihat gigi
"ga tau ma, gigi kepikiran Raffi terus" ucap gigi
"mungkin kamu cuma kelelahan kan kamu dari kemarin ngejagain Raffi dirumah sakit" ucap mama
"tapi ini beda ma, gigi takut ada sesuatu dengan Raffi ma" ucap gigi
"yaudah kamu coba tlp dama atau yang lainnya yang ada disana" saran mama
"ga ada ma, mereka ga ada disana. yng ngejagain Raffi cuma mama papanya" jelas gigi
"udalah gi, sekarang mending kamu istirahat saja" ucap mama
gigu pun menuruti mamanya, dia masuk kekamarnya lalu mandi. setelah selesai perasaan gigi masih saja tak enak akhirnya dia memutuskan untuk kembali pergi kerumah sakit.

sementara itu mama amy dan papa munawar masih menunggu dokter keluar dari ruangan
begitu dokter keluar dari ruangan mama dan papa langsung menghampirinya
"dok bagaimana keadaan anak saya" tanya mama amy
"saya akan jelaskan diruangan saya, mari ikut saya" ucap dokter
papa pun mengikuti dokter sementara mama menilih masuk dan menemani Raffi
"silah kan duduk" ucap dokter mempersilahkan pak Munawar duduk
"jadi bagaimana kondisi putra saya dok" tanya papa
"di dalam tubuh pasien terdapat racun yang sangat berbahaya yang dapat mengakibatkan kematian, untungnya racun itu sudah berhasil kami keluarkan sebelum menjalan keseluruh tubuh jadi pasien masih bisa diselamatkan" jelas dokter
"lalu sekarang bagaimana keadaan putra saya dok" tanya papa
"pasien sekarang masih dalam keadaan sangat lemah dan masih dalam pantauan kami karna racun itu bisa saja masih mengendap ditubuhnya, maka dari itu dalam 12 jam ini bila pasien belum juga sadar kita akan lakukan tindakan selanjutnya" jawab dokter
"apa sekarang tidak ada tindakan yang dapat dilkukan agar seluruh racun itu benar2 keluar dari tubuh putra saya" tanya papa
"untuk sekarang kami sudah melakukan semaksimal mungkin pak" jwb dokter
"lakukan semua yang terbaik untuk kesembuhan anak saya" ucap papa
"kami pasti akan melakukan yang terbaik pak" ucap dokter
"baiklah, trimakasih ya dok, saya permisi dulu" ucap papa munawar menjabat tangan dokter lalu keluar dari ruangan dokter

sebelum masuk 2 orang pengawal sudah berada tepat di depan ruangan Raffi
"jangan izinkan siapapun masuk kecuali dokter dan suster, itupun kalian harus pastikan dokter dan suster itu terlebih dahulu" ucap papa munawar lalu masuk
sementara mama masih saja menangis disammping Raffi
"sudah ma jangan menangis terus, Raffi itu kuat pasti dia akan baik2 saja" ucap papa
"gimana pa? apa kata dokter? Raffi baik2 saja kan pa? tanya mama amy
"ya, Raffi akan segera sadar" ucap papa
tiba2 telfon papa munawar berdering.
papa munawar pun langsung mengangkatnnya lalu keluar dari ruangan Raffi
"bagaimana apa sudah ketemu" tanya papa munawar
"bagus, siapkan semuanya saya akan segera kesana" ucap papa lalu segera pergi meninggalkan rumah sakit.
sesampainya ditempat yang dimaksud papa munawar benar2 sangat emosi melihat 3orang laki2 dan 1 orang perempuan yng berada disana
"mereka ini adalah pelakunya pak" ucap salah satu orang suruhan pak munawar lalu menjelaskan apa saja yang mereka lakukan
"siapa yang menyuruh kalian" bentak papa
namun tak satu pun dari mereka menjawab pertanyaan itu
"jawab atau kalian akan menyesal" bentaknya lagi.
namun lagi2 keempatnya hanya diam
"baiklah kalau kalian tak mau mengatakannya" ucapnya lagi lalu memerintahkan anak buahnya untuk menghajar mereka
cukup lama mereka bertahan hingga membuat pak munawar tambah kesal
"beritau mereka apa yang terjadi bila mereka tak mengaku" perintahnya lagi.
"kami akan memasukkan kalian kepenjara dan keluarga kalian tak akan hidup tenang sampai kalian memberitahu siapa dalang dari semua ini" ucap salah satu anak buah pak munawar lalu melemparkan beberapa foto keluarga para penjahat itu.
ya orang suruhan pak munawar bukanlah orang2 sembarangan mereka mencari tau semuanya, kerna mereka sudah bisa menebak mereka tak akan memberi tahu siapa bosnya walau pun mereka disiksa habis2an
"sekarang sebutkan saja siapa dalang dari semua ini" bentak pak munawar
akhirnya salah satu dari mereka pun membuka mulut
"alex, alex wiranata adalah dalangnya" ucap perempuan itu
"Alex?, kurang ajar, berani2nya dia" ucap pak munawar kesal dan mengepal kedua tangannya
"bawa mereka kekantor polisi, dan sebagian ikut saya" ucapnya lagi lalu pergi diikuti beberapa anak buahnya

sementara gigi yg baru sampai rumah sakit langsung menuju ruangan Raffi namun sayang dia tak diizinkan masuk oleh kedua penjaga yg berada didepan pintu
"maaf anda tidak boleh masuk kedalam" ucap salah satu dari mereka
"tapi saya pacarnya, saya harus masuk" ucap gigi
"pak munawar melarang siapapun masuk salain dokter dan suster" jawab mereka
"tapi pak saya ini pacarnya, om munawar pasti mengizinkan saya masuk" ucap gigi memaksa masuk
mama amy yg mendengar keributan itu pun langsung keluar
"ada apa ini" tanya mama amy
"tante, aku ga diizinin masuk oleh mereka" adu gigi
"biarkan gadis ini masuk" ucap mama amy
lalu mama amy dan gigi pun masuk
"tante Raffi masih istirahatnya" tanya gigi
mama amy langsung memeluk gigi sambil menangis
"tan, tante kenapa?" tanya gigi
"Raffi gi, raffi kembali tak sadarkan diri" ucap mama amy
"bagaimana bisa tan?" tanya gigi panik
"ada dokter dan suster gadungan yang memasukkan racun ketubuh Raffi" jawab mama amy
gigi yang mendengarnya ikut menangis dan tak mampu lagi berkata apapun.

sementara itu kini pak munawar beserta polisi sudah berada tepat didepan rumah pak Alex
pak munawar mengetuk pintu, cukup lama hingga pak alex sendiri yang membuka pintu itu
"pak Munawar? kapan anda kembali dari autralia? dan kenapa ini ada Polisi?" ucap pak alex kaget
"masih punya nyali kamu bicara drngan saya setelah apa yang lamu lakukan dengan putra saya" ucap pak Munawar
"apa maksud bapak, saya sungguh tidak mengerti" ucap pak alex
mendengar itu pak munawar sungguh sangat emosi rasanya dia ingin memukul pak alex saat itu juga namun pak munawar berusaha menahan emosinya dan menjaga wibawanya
"dia pelakunya pak" ucapnya pada polisi
polisi2 itu pun segara menangkap pak alex lalu membawanya kemobil polisi walaupun pak alex mencoba melawannya.

dirumah sakit gigi duduk disebelah raffi sementara mama amy sudah tertidur disofa karna kelelahan
"Raffi sadarlah" ucap gigi menangis
"raffi ku mohon sadarlah sayang, kalau kamu tidak ingin aku menangis sadarlah fi, ayo sadar" ucapnya lagi
perlahan raffi membuka matanya dia hanya tersenyum
"raffi kamu sudah sadar" ucap gigi senang
raffi berusaha menjawab namun dia kesusahan karna kini ia menggunakan alat bantu pernafasan
"udah kamu jangan ngomong dulu, aku akan panggilkan dokter" ucap gigi lalu memencet bellnya
tak lama dokterpun datang dan langsung memeriksa RAffi
"bagai mana keadaannya dok" tanya gigi begitu dokter selesai
"sekarang kondosinya mulai membaik namun sekarang biarkan dia untuk tetap beristirahat, kalau begitu saya permisi dulu " ucap dokter lalu keluar
"sayang kmu dengarkan, kamu harus istirahat" ucap gigi
Raffi hanya tersenyum tubuhnya masih terasa lemas hingga dia pun tertidur

keesokkan paginya gigi dan mama amy sudah bangun
"gi, apa Rafi sudah sadar?" tanya mama
"udah tan, sekarang Raffi masih tidur" ucap gigi
"alhamdulillah, oia gi om sudah balik?" tanya mama amy lagi
"belum tan" jawab gigi
tiba tiba papa munawar, dama, billy, irwan dan Dinar masuk
"papa dari mana?" tanya mama amy begitu melihat papa munawar
"papa dari kantor polisi" jwb papa
"papa ngapain di kantor polisi?" tanya mama penasaran
"papa habis ketemu sama orang yang membuat anak kita celaka" jwb papa
"siapa pa" tanya mama
"ia om, siapa?" tanya gigi dan yang lainnya bersamaan
"Alex" jwb papa singkat
"apaaaaa" ucap billy, dama dan irwan bersamaan
"astaga, kenapa dia bisa berbuat seperti ini" ucap mama amy tak percaya
Raffi yang masih tertidur pun terbangun karna kebisingan itu
"maaaa" panggil Raffi
"Raffi kamu udah bangun sayang" ucap mama menghampiri Raffi
raffi hanya mengangguk,
"mama panggil dokter ya, biar kamu diperiksa dulu" ucap mama lalu memencet bellnya
dokter memeriksa raffi dan doktter melepaskan alat bantu pernafasan raffi karna keadaan raffi sudah mulai membaik.

10hari tlah berlalu kini kondosi Raffi semakin membaik tangannya sudah bisa digerakkan walaupun tak bisa terlalu banyak karna masih sedikit sakit. dan tentunya selama raffi dirawat gigi selalu setia menemaninya.
dan hari ini Raffi sudah diizinkan pulang
Raffi pulang bersama mama, papa dan gigi

dirumah raffi, gigi menemani Raffi duduk dihalaman belakang rumah Raffi
"gi makasih ya sayang kamu udah ngerawat aku selama aku sakit" ucap Raffi
"itu udah sepatutnya aku lakuin" ucap gigi lalu menyenderkan kepalanya dipundak Raffi
"sayang maafin aku juga, karna aku kamu jadi repot" ucap raffi
"Raffi berhentilah meminta maaf, kamu sudah mengatakan itu puluhan kali" ucap gigi
"baiklah, sekarang aku benar2 yakin kalau kamu adalah orang yang tepat untuk aku jadikan istriku dan kamu adalah satu2nya wanita yang ada dihatiku dan akan menemani hidupku hingga akhir nafasku nanti" ucap Raffi lalu mencium unjung kepala gigi
"Raffiii kamu yakin akan hanya ada aku wanita yang ada dihati kamu sampai kapanpun? tanya gigi
"ya aku yakin, disaat aku menikahimu nanti aku dan kamu akan menjadi kita dan tak akan pernah berubah menjadi aku dan kamu lagi sampai maut yang memisahkan kita" ucap Raffi lalu memeluk gigi

hari ini adalah hari dimana Raffi dan keluarganya akan melamar gigi
"ganteng banget lo fi" ucap Billy melihat Raffi yang baru selesai berpakaian
"haruslah, secara ini hari penting dalam hidup gue walaupun emang dari sananya gue udah ganteng" ucap Raffi
"yee lo mah demen muji diri sendiri"
"biarin"
"yaudah yuk fi, yang lain udah pada nunggu" ajak billy lalu mereka pun turun kebawah kemudian bergegas menuju Rumah nagita

sesampainya dirumah gigi, Raffi dan keluarganya disambut dengan baik, setelah sedikit berbincang2 kini acara lamaran pun dimulai
Nagita terlihat sangat cantik dan anggun menggunakan kebaya kuning dan raffi menggunakan batik dengan warna senada
Raffi mulai duduk berlutut menghadap nagita bak pangeran dan putri
"Nagita Slavina mau kah kamu menerima lamaran ku ini" tanya raffi
dan dijawab dengan cepat oleh gigi
"ia Raffi" jwbnya
para tamu pun bertepuk tangan meriah
kemudian Raffi mulai memasangkan cincin ke jari nagita.
acara dilanjutkan dengan menentukan tanggal pernikahan dan mereka telah menentukan akan menikah 6bulan dari sekarang yaitu di tanggal 17 september tepat dimana mereka juga berulang tahun yang ke 26
setelah semua rangkaian acara selesai Raffi gigi dan teman2nya terlihat asik mengobrol
"wah fi ga nyangka gue, lo bakal ngelamar gigi secepat ini" ucap billy
"ia apadahal beberapa minggu lalu nyatain cinta aja harus kita bohongin dulu" sambung billy
"itu yang namanya kekuatan cinta" ucap Raffi lalu menggenggam tangan gigi
"aduuuh, pegangan aja terus mau pada bikin gue ngiri lo semua ya" ucap billy melihat semua sahabat2nya bersama pasangannya masing2
"makanya bil cari pacaar" ledek irwan
"lihat aja lo semua ya, kalau nanti gue udah nemuin orang yang tepat gue akan langsung nikahin dia" ucap billy
"beneran ye lo bil" ucap dinar
"ia, tenang aja lo semua kalau bisa gue yang duluan nikah dari pada si Dama" ucap billy
"wah gila ni anak, gue aja nikahnya minggu depan jadi lo bakal nikah 3hari lagi gitu?" ucap dama yang disambut tawa oleh semuanya.

hari ini adalah hari perikahan dama dan mayasari
diacara akad nikah raffi gigi dan yang lainnya menggunakan seragam yang telah disiapkan oleh Dama
"yang liat si dama tegang banget, udah kaya mau ngambil rapot" ucap Raffi yang duduk disamping Gigi
"kamu jga pasti nanti akan begitu juga" ucap gigi
"ya gak mungkinlah, aku pasti ga bakal setegang dia" ucap Raffi dengan pd nya
Dinar yang mendengarnya langsung menyeletuk
"gue mah yakin lo nanti akan lebih tegang dari si dama" ucap dinar
"liat aja itu ga akan terjadi" jawab raffi
"udah jgn pada ribut, mudah mau mulai tu" ucap gigi
dama pun mulai mengucapkan ijab qabul dengan satu kali tarikan nafas dan sah.
kini dama dan mayasari resmi menjadi suami istri
Raffi yang melihat saat2 itu secara refeks merangkul nagita sangat erat
"nanti kita kaya gitu juga yang" ucap Raffi
"heh pengantinnya mereka bukan kalian, main peluk2kan aja" celetuk billy
"hehehe kelepasan" ucap Raffi lalu melepaskan rangkulannya
kini waktunya untuk bersalaman dengan calon pengantin
"wiih selamat ya, gila ga nyangka gue lo nikah secepat ini" ucap Raffi memeluk dama
"bentar lagi lo yang nyusul gue" ucap dama
setelah itu mereka asik berfoto ria.

malam harinya dilangsungkan resepsi yang meriah
nagita terlihat sangat cantik dengan gaun putihnya
"kamu sangat cantik malam ini" puji Raffi
"trimakasih" ucap gigi tersenyum
mereka larut dalam acara hingga kini acara sudah dipenghujung dan ini yang paling dinanti oleh billy acara pelemparan handbuket
"liat, liat ni gue yang bakal dapet bunganya" ucap billy semangat
dan bener saja saat handbuket dilemparkan billy lah yang mendapatkannya
"yee gue yang dapeet" ucapnya girang berlari ketempat teman2nya
"liaaat ni gue yang dapet, semoga gue cepat dapat calooooonnyaaaa" ucapnya lagi
Raffi dan yang lainnya hanya tertawa melihat tingkah billy yang joget2 kegirangan


setelah acara pernikahan dama kemarin Raffi dan gigi menghantarkan papa Raffi kebandara karna hari ini papa munawar akan kembali ke asustralia
"mama jaga diri disini ya" ucap papa lalu memeluk mama
"kamu juga fi, dan sekarang kamu juga harus jagain mama dan calon istri kamu" pesan papa
"pasti pa" ucap Raffi kini memeluk papanya
"nah Gi nanti kalau Raffi macem2 laporkan ke om biar om kasih perhitungan kedia" ucap papa ke gigi
"siap om" jwb gigi
"tenang aja pa, Raffi ga akan mungkin macem2 Raffi kan cinta mati sama dia" ucap Raffi lalu merangkul gigi.
"ih apaan sih kamu" ucap gigi malu
"aku beneran tau" ucap Raffi tambah mengeratkan rangkulannya
papa dan mama hanya tersenyum melihat tingkah Raffi
"yaudah papa harus segera berangkat" ucap papa
"ia, papa jga diri disananya" ucap mama
kemudian papa pun pergi.
Mama memang sengaja tak ikut karna ingin ikut  mempersiapkan pernikahan putra sematawayangnya.

sehabis menghantarkan papa, Raffi dan gigi menghabiskan waktu seharian bersama mereka melewati hari itu penuh dengan canda tawa hingga diakhiri oleh makan malam romantis yang sudah disiapkan oleh Raffi
"kamu yang nyiapin ini semua?" tanya gigi melihat sebuah restoran yang telah dihias sedemikian indah dengan, diiringi dengan suara gesekan biola sehingga menimbulkan kesan romantis
Raffi hanya mengangguk lalu menggenggam tangan gigi
"kamu suka?" tanya Raffi
"ya, aku suka" jawab gigi
"sekarang kita makan dulu ya" ucap Raffi
lalu mereka pun makan bersama, sesekali gigi menyuapi Raffi begitu pun sebaliknya.
setelah selesai makan Raffi menggenggam kedua tangan gigi
"gi aku harap kita akan selalu selalu begini, selalu bersama selamanya" ucap Raffi
"ya aku juga berharap hal yang sama, kita selalu seperti ini" sambung gigi
"gi aku janji aku akan terus menjagamu dari apapun, walaupun sesibuk apapun aku nanti aku akan selalu berusaha menyisihkan waktu aku buat kamu dan aku mohon kamu bisa mengerti aku soal itu" ucap Raffi
"ya aku akan berusaha mengerti diri kamu seperti aku mengerti akn diri aku sendiri" balas gigi
"makasih ya sayang" ucap Raffi lalu mencium kening gigi
setelah itu Raffi pun mengantarkan gigi pulang

Keesokkan harinya gigi berencana untuk membuatkan makan siang untuk Raffi dan nanti akan menghantarkannya sendiri kekantor Raffi karna mulai hari ini Raffi sudah bekerja seperti biasa, gigi pun bergegas keswalayan untuk membeli bahan bahan makanan yang akan dimasaknya nanti.
tiba2 Raffi menelfonnya
"pagi sayang" sapa Raffi
"pagi juga, kamu udah dikantor ya"
"ia aku udah dikantor, kmu hari ini ke toko ga?"
"emm ia aku ke toko" ucap gigi berbohong
"sayang maafin aku ya, hari ini aku ga bisa ketemu kamu soalnya banyak banget yang harus aku kerjakan, maaf ya sayang" ucap Raffi
"ia aku ngerti kok, kamu yang semangat ya sayang kerjanya" ucap gigi
"ya udah bye sayang" ucap Raffi
"bye" tutup gigi
lalu gigi pun segera berbelanja kemudian memasak semuanya sendiri
setelah selesai gigi segera bergegas kekantor Raffi

sementara Raffi terlihat sangat sibuk dengan tumpukan dokumen2 dimejanya, pekerjaannya bertambah banyak apalagi sekarang dia belum menentukan orang untuk menggantikan pak Alex belum lagi beberapa masalah yang sempat di buat pak alex kini Raffi harus mengerjakannya sendirian.
kini sudah hampir jam makan siang namun Raffi tetap saja sibuk.
"permisi" ucap seseorang dari balik pintu
"masuk" ucap Raffi
kemudian orang itu pun masuk, rupanya orang itu adalah putri
"permisi, ini laporan yang bapak minta tadi" ucap putri lalu meletakkan laporan itu dimeja Raffi
"ada lagi?" tanya Raffi
"tidak" jawab putri
"kalau begitu kamu boleh keluar" ucap Raffi tanpa memalingkan wajahnya
"Raffi aku mau ngomong sesuatu sama kamu" ucap Putri
"bila itu menyangkut pekerjaan katakanlah, jika tidak mungkin lain kali" ucap raffi ketus
putri malah berjalan mendekati Raffi dan kini berada tepat dibelakang Raffi
"Putri kmu ngapain sih?" tanya Raffi risih
"Raffi aku cuma ingin bicara sama kamu, tolong dengerin aku dulu" ucap putri
"ya saya akan dengerin, tpi jangan berdiri dibelakang saya" ucap raffi
namun Putri tetap saja berada dibelakang Raffi bahkan melingkarkan tanganya di leher raffi
"Raffi kenapa kamu lebih memilih gigi dari pada aku, padahal aku sudah berulang kali mengungkapkan isi hati aku ke kamu" ucap Putri
Raffi berusaha melepaskan tangan putri dari lehernya
"putri, cinta itu ga bisa dipaksakan, walaupun kamu nyatain cinta berulang kali ke aku, tapi kalau aku ga cinta aku ga akan bisa nerima kamu, maaf" ucap raffi berdiri dari tempatnya untuk menyuruh putri kelur
"putri, keluarlah dari ruangan saya, saya ga mau ada fitnah nantinya" ucap Raffi sedikit menarik tangan putri namun tiba2 putri langsung memeluk Raffi dengan sangat erat
"putri apa2 an ini, kmu jangan gila" ucap Raffi mencoba melepaskan pelukan putri
"Raffi aku sangat mencintaimu, selama ini aku selalu berusaha berada didekat kamu, aku ingin jadi orang yang kamu cintai Raffi" ucap putri yang malah mengeratkan pelukannya
"Putri berhentilah bersikap seperti ini" ucap Raffi
tiba2 gigi masuk keruangan Raffi dengan membawa makanan untuk Raffi, namun baru saja membuka pintu gigi sudah dibuat terkejut dengan apa yang dia lihat.
putri yang melihat gigi hanya tersenyum licik sementara Raffi yang tak melihat gigi terus berusaha melepaskan pelukan putri
lalu tiba2 saja putri merenggangkan pelukannya kemudian mengecup bibir Raffi dan menahan kepala raffi agar tak menjauh darinya
Gigi yang melihat hal itu hanya dibuat diam terpaku air matanya menetes begitu saja lemudian gigi langsung pergi brlari dengan terus menangis
"putri lo gila ya" bentak Raffi kemudian mendorong putri hingga terjatuh.sebenarnya Raffi tak ingin mendorong putri dengan sekuat itu namun apa yang dilakukan putri sudah sangat keterlaluan

sementara saat gigi berlari dia tak sengaja menabrak Billy
"maaf" ucap gigi kemudian kembali berlari sambil terus menunduk
"eh eh, tunggu dulu" ucap billy menarik tangan gigi
billy melihat wajah gigi yang tertunduk
"gigi? eh gi lo kenapa? lo nangis?" tanya billy
namun gigi tak menjawabnya dia melepaskan tangan billy lalu kembali berlari
"si gigi kenapa? pasti ni si Raffi ni" ucap billy lalu berjalan menuju ruangan raffi

"kmu itu benar2 gila put, sekarang keluar dari ruangan saya" bentak Raffi tak ingin melihat putri
Putri pun bangkit
"baik aku akan keluar, aku akan liat apa reaksi karyawan kamu setelah melihat aku keluar dari ruangan kamu dengan penampilan aku seperti ini" ucap putri sedikit memberantakkan rambutnya
Raffi melihat kearah putri benar saja rambutnya berantakan, lipstiknya yang tak rapi dan pakaiannya sedikit kusut
"Raaaffi" ucap billy langsung membuka pintu dan masuk keruangan Raffi
namun langkahnya terhenti melihat penampilan putri yang seperti itu dan bibir Raffi yang masih tersisa bekas lipstik putri
"brengsek lo fi" ucap billy langsung menonjok Raffi hingga Raffi terjatuh
"bil apa apaan ini" ucap Raffi
"masih nanya apa apaan, lo yang apa apaan berbuat seperti ini dengan putri" ucap billy penuh emosi dan kembali memukul wajah Raffi
"bil, lo harus dengerin penjelasan gue dulu bil, dengerin gue dulu" ucap Raffi
"dengan bekas lipsti dibibir lo, lo mau ngejelasin apa lagi hah? dasar brengsek lo fi" ucap bily lagi2 memukul Raffi
Raffi menolak billy hingga terjatuh, kemudian Raffi berusaha bangkit
"bil lo harus dengerin gue dulu, geu bisa jelasin semuanya" ucap Raffi lalu mencoba menghapus bekas lipstik yang ada dibibirnya walaupun terasa sakit karna pukulan billy membuat sudut bibir raffi terluka dan pipi Raffi lebam2
"sory bil" ucap Raffi lalu mengulurkan tangannnya ingin membantu billy
namun Billy malah mengabaikannya lalu keluar dari ruangan Raffi
"bil tunggu" teriak Raffi
"ini semua gara2 lo" ucapnya lagi menunjuk Putri dan begegas mengejar billy
sementara putri hanya tersenyum licik kemudian keluar dari ruangan Raffi menuju toilet, pagawai yang lain pun menatapnya aneh, apalagi belum lama mereka melihat Raffi keluar dari ruangan yg sama.

sementara itu gigi udah berada di butik dinar, begitu gigi melihat dinar gigi langsung memeluknya sambil menangis tanpa memperdulikan pelanggan Dinar yang tadinya sedang mencoba baju
"gi lo kenapa?" tanya dinar bingung
"Raffi din" ucap gigi terus menangis
"maaf yah sebentar, saya tinggal dulu" ucap dinar kepelanggannya lalu mengajak gigi ruangannya
"gi sekarang lo jelasin ke gue lo kenapa?" tanya dinar menatap gigi
namun gigi terus menangis hingga sesegukan
"sekarang lo minum dulu, tenangin diri lo" ucap dinar memberikan air putih kegigi
gigi pun meminumnya hingga habis, kemudian gigi menghapus airmatanya
"udah lega kan, sekarang cerita ke gue" ucap dinar
"Raffi din, Raffi" ucap gigi
"ia Raffi kenapa?"
"Raffi selingkuh din, dia selingkuh sama putri" ucap gigi kembali menangis
"apa? gak gi, gue ga percaya, Raffi ga akan ngelakuin itu ke lo, dia sayang banget sama lo" ucap dinar tak percaya
"dinar gue liat dengan mata gue sendiri Raffi berciuman dengan putri" ucap gigi
"apa? berciuman?" ucap dinar kaget
"sekarang lo jelasin kegue sedetail detailnya" pinta dinar
gigi pun menceritakan semuanya
"kurang ajar, lo tenang aja gi gue bakal nuat perhitungan ledua orang itu karna udah nyakitin perasaan lo" ucap dinar emosi lalu memeluk gigi

sementara itu billy langsung pergi dari kantor, sedangkan Raffi kembali keruangannya karna tak dapat mengejar billy
"aaaahhkk" teriak Raffi
"apa yang harus gue lakukan, gimana kalo billy ngomong ke gigi dan gigi juga akan ikut salah faham" ucapnya sambil memukul kepalanya sendiri
Raffi seakan lupa dengan semua pekerjaannya yang menumpuk. Raffi memutuskan untuk menelfon gigi dengan maksud agar gigi tau semua dari dirinya bukan dari billy agar tak ada salah faham
namun beberapa kali Raffi menelfon gigi, gigi tak kunjung mengangkatnya malahan sekarang handphone gigi tak aktif. Raffi tak kehabisan cara dia langsung mengambil kunci mobilnya dan segera menuju toko gigi.

billy kini juga berada di butik dinar karna dia yakin gigi pasti sedang berada disitu. Billy langsung masuk keruangan dinar
"gi lo gapapakan" tanya billy
"lo mau ngapain kesini? Raffi yang nyuruh lo kesini? ia?" ucap dinar begitu melihat billy.
"ga gue cuma khawatir sama gigi, gue sama sekali gak disuruh sama Raffi cowok yang ternyata brengsek itu" ucap Billy
"jadi lo udah tau" tanya dinar
"ya gue liat sendiri, dan gue udah ngehajar dia" ucap billy
mendengar perkataan billy gigi langsung bangkit dari duduknya
"apa bil lo ngehajar Rafi?" ucap gigi dengan nada tinggi
"ia, dia pantas mendapatkan itu, bahkan gue masih belom terima dia nyakitin lo, gue orang yg nyatuin kalian, dan gue sekarang menyesal pernah nyatuin lo sama Raffi" ucap billy masih kesal
"jadi bagaimana raffi sekarang?" tanya gigi
"gigi lo masih mikirin dia? gi dia aja ga mikirin perasaan lo ngapain lo masih mikirin dia" ucap dinar
"tapi din, dia calon suami gue" ucap gigi
"orang kaya dia ga pantes jadi suami lo"
"lo sadar gi" bentak dinar
"tpi itu semua pasti salah gue, mungkin raffi ngelakuin itu karna gue kurang perhatian sama dia, dan mungkin juga putri jauh lebih perhatian sama dia, sehingga dia berbuat spt itu" ucap gigi kembali menangis
"gi udalah jangan lagi mikirin si Raffi dan jgn nyoba untuk ngebelain raffi , dia aja ga sama sekali mikirin lo" ucap Billy
"engga gi ini semua bukan salah lo, Raffi yang ga tau bersyukur dapetin cewek sebaik lo" ucap dinar memeluk gigi.

sesampainya ditoko kue Raffi langsung mencari gigi kedapur dan keruangannya namun Raffi tak menemui gigi
"maaf, Nagitanya kemana?" tanya Raffi kpd salah satu pegawai
"ibu Nagita hari ini tak datang kemari pak" jawab pegawai itu
"gak kemari?" tanya Raffi lagi
"ia pak" jawab pegawai itu lagi
"ga di toko, jadi gigi kemana? apa mungkin dia ditempat dinar" batin Raffi
"kalau gitu, saya permisi dulu" ucap Raffi lalu kembali kemobilnya
dimobil Raffi raffi kembali menghubungi gigi namun sayangnya hp gigi masih tak aktif, Raffi mencoba menghubungi billy namun hasilnya sama saja
"aah kenapa harus begini" ucap Raffi memukul setir mobilnya.
raffi teringat pada Dinar
"ya dinar, gue harus tlp dinar" pikir Raffi lalu menelfon dinar namun nomor dinar juga tak aktif.
Raffi memutuskan untuk menuju butik dinar.

sampainya di butik Dinar Raffi langsung masuk keruangan dinar
"din" panggil Raffi lalu membuka pintu ruangan dinar membuat dan yang lainnya melihat ke raffi
"Gi" ucap Raffi begitu melihat gigi yg sdng menangis
"heh lo ngapain disini, sekarang lo pergi dari sini" ucap Billy mendorong Raffi keluar
"tunggu bil, gue mau ngomong sama gigi bil" ucap Raffi tetap berusaha masuk
"lo mau ngapain, mau ngejelasin apa hah? lo mau bilang kalo lo bener2 selingkuh sama putri iyaa" ucap dinar
"engga din, itu ga bener, itu cuma salah faham" ucap Raffi
"salah faham lo bilang? gigi ngeliat semua yg lo lakuin lo masih bilang itu salah faham, sekarang lebih baik lo pergi dari sini" bentak dinar
"gak gi, gi dengerin aku gi itu semua ga seperti yang kmu liat, gi tolong dengerin penjelasan aku dulu gi" ucap Raffi memohon
"satpam, satpam," panggil Dinar
"bawa orang ini keluar, dan jangan izinkan masuk lagi" perintah dinar
"din, enggak din gue mau jelasin ke gigi dulu din, din" teriak Raffi yang sudah ditarik paksa oleh satpam  itu

"udah gi berhenti nangis, laki2 kaya dia ga perlu ditangisi" ucap dinar
"tapi din, kasian Raffi, mukanya masih lebam2" ucap gigi
"gak seharusnya bil, lo mukulin raffi spt itu" ucap gigi lagi kebilly
"gi berhenti ngebalain dia" bentak Billy membuat gigi terdiam

sementara itu Raffi benar2 frustasi dia segera menuju showroom irwan karna untuk saat ini hanya irwan lah yang dapat membantunya.
"sesampainya di showroom raffi langsung menuju ruangan irwan
"wan tolongin gue wan, plis tolongin gue" ucap Raffi langsung duduk didepan irwan
"lo kenapa fi, muka lo kok  lebam2 gitu coba jelasin dulu ke gue" ucap irwan
Raffi pun menceritakan semua kejadian dikantor dan dibutik dinar tadi
"apa? wah bener2 gila tu cewek" ucap irwan kesal
"wan tolongin gue, gue ga mau gigi terus salah faham sama gue" ucap raffi
"tpi gue harus gimana?" tanya irwan
"gue ga tau wan, gue udah ga bisa mikir lagi, plis tolongin gue wan" ucap Raffi memohon
"udah lo minun dulu tenangin diri lo" ucap irwan memberikan minum keraffi
setelah beberapa saat irwan kembali berbicara
"gini fi, gigi ga akan percaya kalo ga ada bukti" ucap irwan
"bukti apa yg harus gue kasih wan? gue ga punya bukti yang bisa nunjukin" jwb Raffi
"fi ruruangan lo ada cctv kan?" tanya Irwan
"ia wan ada" ucap Raffi
"bagus itu bisa jadi bukti sekarang ayo kita kekantor lo" ucap irwan langsung menarik raffi.
dan mereka bergegas menuju kantor Raffi saat berada dikantor Raffi merasa ada yang aneh dengan para karyawannya yang terus melihatinnya. namun Raffi berusaha tak memperdulikan itu semua dia langsung mengambil video cctv ruangannya lalu segera bergegas menuju butik Dinar diperjalanan mereka terkena macet yang sangat panjang karna ini adalah jam pulang kantor.
setelah berhasil melewati kemacetan itu Raffi dan Irwan tiba di butik dinar namun sayang Gigi sudah tak ada disana
"fi gigi udah pulang" ucap irwan ke Raffi yang berada di mobil
"ya udah kita kerumah gigi" ajak Raffi
"tapi ini udah malem fi, lo bisa ngejelasin ini besok ke gigi" saran irwan
"ga wan gue harus jelaskan semuanya hari ini juga gue ga mau hal ini berlarut2 wan" ucap Raffi lalu melajukan mobilnya menuju rumah gigi

BERSAMBUNG.....


Cerita ini hanya fiktif belaka,
Untuk komentar, kritik dan saran
silahkan ke akun twitter aku
@Liaa_RA17
thanks for reading......

Tidak ada komentar:

Posting Komentar