setelah acara selesai Gigi langsung masuk kekamar pengantin lalu mandi dan kemudian berbaring di ranjangnya
"knapa harus Raffi, tdk ada lagikah pria selain dia dimuka bumi ini" batin gigi
"aku benci dengan ini semua, tpi apa yang harus aku lakukan" gumam gigi sambil menangis.
tiba2 Raffi masuk dan gigi segera pun segera berpura2 tidur.
Raffi yang melihat gigi tertidur hanya tersenyum kemudian dia segera mandi, setelah selesai mandi raffi memandangi gigi dari belakang
"aku ga nyangka ini bener2 kmu gi, tpi kenapa kmu berubah. apa kmu benar2 tak tahu akan menikah dgn ku" batin Raffi sambil terus memandangi gigi.
lalu Raffi tidur disebelah gigi. Gigi yg memang belum tidur merasa was was dia tak ingin apapun terjadi malam itu gigi berniat untuk menyuruh Raffi pindah namun ketika gigi membalikkan badannya dan melihat Raffi sudah tertidur pulas seketika gigi tak tega menyuruh raffi pindah kini gigi malah menatap Raffi sangat lama dan entah mengapa tiba2 air matanya menetes.
"aku ga bisa bohong kediri aku sendiri, rasa cinta ini masih ada hingga sekarang, kmu jahat Raffi seharusnya kmu nepati janji kamu untuk selalu setia sama aku bukan malah selingkuh dibelakang aku, aku jga yakin kmu hanya ingin terus memainkan perasaan aku dengan pernikahan ini" batin gigi
tiba2 Raffi membalikkan tubuhnya menghadap gigi dan membuat gigi terkejut dan langsung menghapus air matanya lalu gigi kembali melihat Raffi yang ternyata masih tertidur
"huft kirain" batin gigi lalu kemudian tidur membelakangi Raffi
Namun saat tertidur mereka tak menyadari kini posisi tidur mereka sudah berubah
mulai dari gigi menghadap keraffi dan memeluk raffi seperti memeluk guling. Raffi yg berusaha menggeser kaki gigi dan balik menjadikan gigi guling dan lain sebagainya.
keesokan siangnya posisi tidurnya kepala gigi berada didada Raffi dan memeluk raffi sementara raffi memeluk gigi dgn satu tangan.
gigi mulai sedikit terbangun seolah tak terjadi apa2 gigi malah membenarkan posisi tidurnya menjadi senyaman mungkin. tak lama gigi membuka matanya sedikit demi sedikit gigi mencoba melihat sekitarnya dan melihat keatasnya gigi merasa aneh & kemudian mengingat semuanya dan tiba2
"aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa" tiriak gigi langsung terduduk dan membuat Raffi terbangun
"ada apaan" ucap raffi duduk sambil mengucek2 matanya
"kmu ngapain aku" tanya gigi sambil memegang selimutnya
Raffi kaget melihat gigi duduk disampingnya sambil menatapnya. Raffi mulai sadar penuh
"hah aku ga ngapa ngapain kmu kok" ucap Raffi kemudian turun dari tempat tidur
"heem emm aku mau mandi dulu" ucap raffi gugup lalu berjalan menuju kamar mandi
sementara gigi masih terdiam ditempat tidur
"ga, aku ga ngelakuin apa2 sama Raffi, aku cuma tidur doang. aku cuma tidur doang" gumam gigi menenangkan dirinya sendiri.
setelah Raffi selesai mandi gigi pun mandi.
sambil menunggu gigi selesai, Raffi menelfon Irwan
"wan, gmana rumahnya udah bereskan" tanya Raffi
"udah fi, pembantunya jga udah disiapin nyokap lo" jwb irwan
"bagus kalo gitu, thanks ya" ucap Raffi lalu mematikan tlpnya.
setelah gigi selesai mandi Raffi mengajak gigi untuk makan. selama mereka makan tk ada satu patah kata pun keluar dari melut mereka, sesekali mereka saling curi pandangan.
setelah selesai makan Raffi mengajak gigi kerumah yg akan mereka tempati.
"gi ayo kita kerumah" ajak Raffi
"hah kerumah ?" tanya gigi heran
"ia kerumah kita, emang kmu mau nginep dihotel terus" ucap Raffi
lalu mereka pun pergi menuju Rumah yg akan mereka tempati selama perjalanan mereka hanya diam diaman hingga sampai ketempat tujuan.
"ayo masuk" ajak Raffi
merek pun masuk kedalam sampai didalam gigi memperhatikan seisi rumah itu yang tak ada hiasan atau apapun didindingnya hanya dinding yng putih & bersih
"kamar kmu diatas, kamar ketiga" ucap raffi membuyarkan gigi
Gigi diam dan menatap Raffi dgn tatapan aneh
"tenang aja, kmu ga sekamar sama aku, kamar aku yg itu" ucap Raffi sambil menunjuk kamarnya
"oh, yaudah kalo gitu aku mau kekamar dulu "ucap gigi lalu meninggalkan Raffi.
malam harinya Raffi dan gigi makan malam bersama. tak ada kta yg keluar dari mulut mereka hingga makan malam selesai hingga Raffi membuka pembicaraan
"gi, aku mau ngomong sesuatu ke kamu" ucap Raffi
"ngomong aja" jwb gigi jutek
melihat gigi yg sperti itu Raffi mengurungkan niatnya untuk menanyakan alasan kenapa gigi meninggalkannya.
"tdi katanya mau ngomong kok diem" tanya gigi
"heem engga, aku cuma mau blng kmu boleh desain rumah ini sesuka kmu, buat senyaman kamu aja" ucap Raffi sedikit gugup
"oke, kalo cuma mau ngomong itu aku masuk kekamar dulu ya mau istirahat" ucap gigi kemudian masuk ke kamarnya
selama seminggu mereka jarang saling sapa apalagi ngobrol berdua. Raffi sibuk dgn pekerjaannya yg sengaja dia bawa kerumah sementara gigi lebih banyak mengabiskan waktunya dikamar
hari ini raffi mulai kembali bekerja ke kantor dan Raffi mulai sibuk seperti sebelum menikah bahkan hari kedua raffi bekerja Raffi harus ke luar kota selama 2 hari.
"besok aku pergi ke semarang selama 2 hari, kmu disini bakal ditemeni sama nanaz " ucap Raffi setelah selesai makan malam.
"ya" jwb gigi singkat lalu masuk kekamarnya
keesokan siangnya gigi bangun dia lalu mandi dan turun kebawah untuk makan namun gigi sudah melihat nanaz berada di maja makan sedang menyiapkan makanan
"eh mbak gigi udah bangun" sapa nanaz
"naz, kmu dari kpan disini" tanya gigi
"dari tdi pagi, a Raffi nyuruh aku nginep disini nemenin mbak gigi" jwb nananz
lalu mereka makan bersama, gigi tak sedingin saat bersama Raffi, gigi bahkan bercanda dengan nanaz karna menurutnya nanaz tak mempunyai salah apa2 dengannya.
malam harinya setelah makan malam gigi menonton tv tiba2 nanaz dtng menghampiri gigi membawa laptop nya
"mbak sibuk ga" tanya nanaz
"enggak kok, kenapa kmu mau ngerjain tugas " tanya gigi
"engga, ini tth aku katanya mau ngobrol sama mbak, mbaknya mau ga" tanya nanaz lalu menyalakan laptop nya
"boleh kok, siapa emangnya" tanya gigi
"hy teh, ini mbak gigi nya" ucap nanaz lalu memberikan laptop nya ke gigi
"hy gigi, apa kabar" sapa Gladis
melihat wajah Gladis di layar laptop itu membuat gigi teringat dengan wanita yang memeluk Raffi di restoran waktu itu
"naz dia siapa" tanya gigi namun tak memalingkan pandangannya dari Gladis
"aku Gladis sepupunya Raffi & nanaz" jawab Gladis
"ia mbak, teh gladis ini sepupu aku dia tinggal di australia" sambung nanaz
Gigi terdiam wajahnya menjadi pucat dan matanya mulai meneteskan air mata karna dia sadar bahwa selama ini dia salah faham.
"gigi are you okey" tanya Gladis melihat gigi menangis
"mbak knapa" tanya nanaz yang bingung
gigi hanya menangis, dia memberikan laptopnya gigi lalu naik menuju kamarnya
"mbak, mbak kenapa" tanya nanaz panik
"naz, gigi kenapa" tanya Gladis yg jga bingung
"aku ga tau teh, tdi ga papa kok" ucap nanaz
"udah mendingan sekarang kmu susul dia" minta Gladis
"ia teh" jwb nanaz lalu pergi menyusul gigi
tok tok tok
nanaz mengtuk pintu kamar gigi
"mbak gigi nanaz masuk ya" ucap nanaz lalu masuk
gigi masih menangis di pinggir terpat tidurnya. nanaz pun menghampirinya
" mbak kenapa, nanaz ada salah ya? nanaz minta maaf ya mbak" ucap nanaz lalu duduk disamping gigi.
gigi melihat kearah nanaz lalu langsung memeluknya
"kmu ga salah naz, aku yang bodoh aku memang bodoh" ucap gigi sambil terus menangis
"mbak knpa sih, jgan nangis dong" ucap nanaz yng malah ikut menangis
Gigi tak menjawab pertanyaan nanaz gigi malah mengeratkan pelukannya dan tambah menangis hingga terisak isak
"mbak ayo dong cerita kenapa, apa nanaz tlp a Raffi aja"
"jangan, jangan tlp Raffi" minta gigi sambil terisak isak
"kalo gitu ayo dong cerita kenapa, nanaz bingung kalo mbak terus nangis begini"
gigi mulai melepaskan pelukannya
"aku belum bisa cerita naz" ucap gigi
"ywd kalo gitu mbak tenangin diri mbak dulu biar nanaz buatin teh" ucap nanaz lalu turun membuat teh untuk gigi
"ini mbak tehnya minum dulu"
gigi pun meminumnya setelah beberapa saat gigi mulai tenang dan gigi mulai bertanya ke nanaz
"naz cewek tdi bener sepupu kmu" tanya gigi
"ia mbak bener, namanya Gladis" jwb nanaz
"dia pernah ke Indonesia"
"terakhir kali itu 7th yng lalu mbak, sebelum mbak pergi ke london"
"apa kalian sedekat itu sama gladis ?"
"ia lah mbak, teh Gladis itu dari lahir sampe smp itu tinggal di indonesia, dan tinggalnya jga disamping rumah makanya kita deket banget apalagi a Raffi, dari mulai tk sampe smp mereka selalu bareng malah orng2 ngira yg adiknya a Raffi itu teh Gladis bukan aku" cerita nanaz
"emang kenapa sih mbak" tanya nanaz penasaran
gigi terdiam sejenak lalu mulai menceritakan kesalah pahamannya selama ini.
nanaz tak tau harus ngomong apa mendengar pengakuan gigi
"udah mbak, mbak ga perlu sedih lagi yg penting sekarang semuanya udah jelas" ucap nanaz bijak
"tpi naz, pasti Raffi kecewa bgt sama aku"
"engga kok mbak, setau nanaz a Raffi ga pernah berpaling dari mbak gigi bahkan sampe sekarang a Raffi masih majang foto mbak gigi dikamarnya di rumah papa" ucap nanaz
gigi hanya terdiam mendengar perkataan nanaz
"udah mending sekarang mbak istirahat" ucap nanaz sambil menyelimuti Gigi lalu keluar.
keesokan paginya
"naz Raffi kapan balik" tanya gigi sambil mengoleskan selai dirotinya
"ktanya sih nanti malam, emang kenapa mbak" tanya nanaz
"hmm ga papa kok naz"
"oh iya mbak, hari ini nanaz ada kuliah sampe sore, mbak gapapa kan sendirian" ucap nanaz
"ga papa kok naz, mbak juga mau ketempat temen mbak" jawab gigi
"kalo gitu, nanaz berangkat dulu ya mbak, assalammuaikum" pamit nanaz
"ia hati2 ya" ucap gigi.
setelah nanaz pergi gigi bergegas kekamarnya untuk mengambil tas dan segera pergi ke butik Uchi
gigi menceritakan semuanya ke uchi
"ya ampun gue ngerasa bersalah bgt sama Raffi" ucap uchi setelah mendengarkan cerita gigi
"gue lebih ngerasa bersalah, gue udah pergi gitu aja" ucap gigi sambil menangis
"udah dong gi, jgn nangis terus yg penting sekarang gimna caranya lo ngejelasinnya ke Raffi & dia mau maafin lo" ucap uchi
Gigi lalu menghapus air matanya
"ia gue harus minta maaf ke Raffi, lo ga sibuk kan ayo ikut gue" ucap gigi lalu menarik tangan Uchi
"eh mau kmana gi" tanya Uchi
tapi gigi tak menjawabnya, gigi langsung masuk kedalam mobilnya dan melajukan mobilnya.
sampai ditempat tujuannya gigi langsung turun sambil mengajak uchi
"ayo chi, cepetan" ucap gigi sambil terus berjalan
"kok kita kerumah lo, mau ngapain gi" tanya Uchi bingung
gigi langsung masuk ke dlm kamarnya dan mencari sebuah kotak, setelah beberapa saat mencari kotak itu gigi akhirnya menemukannya
"ketemu jga" ucap gigi lega da tersenyum lebar
"ini apaan sih gi" tanya uchi yang masih bingung
gigi membuka kotak itu dengan semangat lalu mengambil sebuah kalung dan langsun memakainya
"gi lo masih nyimpen ini semua? tanya uchi kotak yang berisikan semua foto2 kebersamaan Raffi & gigi dan semua barang pemberian Raffi.
"ga tau kenapa selalu ada aja hal yg ngehalangi gue ngebuang semua ini" jwb gigi sambil memegang kalung berinisial RN yg pernah diberikan Raffi dulu.
"udah chi ayo kita kerumah Raffi" ajak gigi
"mau ngapain lagi sih gi" tanya uchi
"udah ayo" ajak gigi sambil membawa kotak itu.
sesampainya dirumah
"ini rumah lo sama Raffi?" tanya uchi
"ia, ayo bantuin gue nyusun foto2 ini disini" ucap gigi
uchi pun membantu gigi. memang tak terlalu banyak perubahan yg dibuat gigi namun dia terlihat senang.
"eh gi gue balik dulu ya, ada urusan nendadak dibutik" ucap uchi setelah menerima tlp
"iya, makasih ya uda ngebantuin gue" ucap gigi
"sip"ucap uchi lalu kembali ke butiknya
malam harinya gigi menonton tv sambil menunggu Raffi pulang
"mbak gihi nungguin aa ya" tanya nanaz menghampiri gigi
"ia naz, kira2 raffi pulang jam berapa ya" tanya gigi
"ga tau mbak, tpi mendingan mbak tidur aja, a Raffi biasanya pulang nya larut bgt kalo dari luar kota" ucap nanaz
"gapapa kok naz" ucap gigi
"yaudah kalo mbak mau nunggin a Raffi, nanaz kekamar dulu ya mau ngerjain tugas" ucap nanaz lalu masuk kekamarnya
Benar saja Raffi baru sampai kerumah larut malam. ketika masuk dan akan naik ke atas Raffi melihat tv masih menyala, raffi pun hendak mematikan tvnya tpi saat Raffi hendak mencari remotnya dia melihat gigi yg sudah tertidur sambil memegang remotnya. Raffi mematikan tvnya lalu menggendong gigi kekamarnya.
"kmu masih seperti dulu, tidur dimana aja" gumam Raffi saat meletakkan gigi di tempat tidurnya. Raffi memandangi Gigi cukup lama kemudian mencium kening gigi dan keluar menuju kamarnya
keesokkan paginya
"kok hue dikamar, perasaan gue semalam tidur di luar, apa Raffi yg mindahin aku" gumam gigi lalu diam sebentar kemudian dia langsung mandi dan setelah mandi gigi bergegas turun kebawah ternyata dibawah sudah ada Raffi & nanaz di meja makan
"pagi mbak" sapa Nanaz yg sudah selesai sarapan
"pagi naz, kmu udah selesai" tanya gigi
"ia mbak, a' nanaz kekampus dulu ya ada kuliah pagi, oh ya kan aa uda plng nanti nanaz langsung pulang kerumah mamah ya" ucap nanaz
"ia hati2 ya" ucap raffi
"ia, mbak aku pergi dulu ya" ucap nanaz sambil cipika cipiki dengan gigi
"ia naz" ucap gigi. lalu nanaz pun pergi
"udah sekarang kamu sarapan ya" ucap Raffi
"iya"
"aku berangkat dulu, kalo nanti aku pulang agak malam jgn tidur disofa lagi ya" ucap Raffi sambil merapihkan jasnya
"berarti bener Raffi yang mindahi aku semalam" batin gigi
"em kmu nanti bisa pulang cepat ga" tanya gigi tiba2
Raffi menatap gigi karna tak biasanya dia begitu
"bisa ga" tanya gigi lagi
"akan aku usaha in" jawab Raffi
kemudian Raffi pergi kekantor selama perjalanan Raffi terus memikirkan gigi yang menyuruhnya cepat pulang.
sementara gigi dirumah bersiap2 untuk berbelanja karna dia berencana untuk
memasak buat Raffi.
saat malam harinya Raffi sudah berada si rumah selesai mandi Raffi turun kebawah untuk makan malam dimeja makan gigi sedang menyiapkan makanan untuk Raffi
"ayo makan" ajak gigi dan malah membuat Raffi bingung
Raffi pun duduk dia melihat makanan yang sudah tersedia di meja makan
"ayo dimakan" ucap Gigi
"ia" jawab raffi lalu mulai memakan hidangan itu
Gigi memasak sea food karna seingatnya Raffi sangat menyukainya, ya benar saja Raffi menyantap hidangan itu dengan lahap dan membuat gigi senang.
setelah selesai makan gigi mengajak Raffi ke sofa lalu mereka duduk berdua.
Raffi benar2 bingung dengan sikap gigi sehingga dia hanya menuruti gigi yang kini terus menatapnya
"gi, kmu kenapa" tanya Raffi pelan
bukannya menjawab pertanyaan Raffi gigi malah menangis
"hey kmu knapa, aku ada salah ya" ucap raffi bingung
dan lagi2 gigi hanya menangis dan kemudian Gigi langsung memeluk Raffi.
"maafin aku, aku selama ini terlalu jahat kekamu" ucap gigi sambil terus memeluk Raffi
"hey, kmu jgan nangis dong" ucap Raffi membelai rambut gigi
"ayo cerita kamu kenapa" tanya Raffi
gigi mulai merenggangkan pelukannya dan menatap Raffi
"fi aku bener2 minta maaf aku salah faham sama kmu aku" ucap gigi lalu menceritakan semua kesalah fahamamnya tentang Gladis selama ini.
Raffi menatap gigi dan langsung memeluknya erat seperti menumpahkan semua kerinduannya selama bertahun2. Raffi tak berkata apapun dia terus memeluk gigi
"Raffi kamu mau kan maafin aku" ucap gigi
"ia sayang" jawab Raffi lalu melepaskan pelukannya
"seharusnya kmu ngejelasin ini sebelum kmu pergi ke London, tpi itu udah ga jadi masalah lagi, yang penting sekarang kita tak akan terpisahkan lagi oleh apapun" ucap Raffi sambil menatap gigi lalu kembali memeluk gigi
"makasih Raffi" ucap gigi dipelukan Raffi
cukup lama mereka berpelukan
namun tiba2 Raffi merenggangkan pelukannya perlahan lalu dia memegang kedua bahu nagita dan menatap mata Nagita.
"hey sekarang yang penting udah ga ada kesalah fahaman diantara kita, aku berharap mulai hari ini kita bisa menjalankan kehidupan kita sebagai pasangan yang saling mencintai bukan yang pasangan yang bersatu karna paksaan dan aku mau kita saling terbuka setiap masalah harus kita bicarakan supaya ga ada lagi kesalahfahan yang membuat kita sakit akhirnya" ucap Raffi lalu mencium kening Nagita.
"ia, aku janji aku gak bakalan ngulangi kesalahan yang pernah kubuat yang akhirnya membuat kita menjadi tersiksa, maafin aku ya sayang aku udah ngebuat kmu bingung selama bertahun2" ucap nagita lalu kembali memeluk Raffi
cukup lama mereka berpelukan kemudian Raffi kembali menatap nagita
"kmu masih nyimpan kalung itu" ucap Raffi melihat kalung yang diakai gigi
"aku ga pernah bisa ngebuang kalung ini" jawab gigi.
"itu tandanya kamu ga diijinin untuk berpisah dari aku" ucap Raffi lalu mulai mendekatkan wajahnya kewajah gigi semakin dekat dan Raffi pun mencium bibir gigi hingga beberapa saat gigi melepaskannya. Raffi menatap gigi dalam lalu menggendong gigi, gigi pun merangkulkan tangannya keleher Raffi.
"gi, aku mau memulai semuanya dari malam ini" ucap Raffi sambil berjalan menaiki anak tangga
Gigi hanya mengangguk sambil tersenyum malu
Raffi melangkahkan kakinya masuk kedalam kamar dan dia menutup pintu dengan kakinya………
keesokkann paginya
setelah keluar dari kamar mandi gigi langsung membangunkan Raffi yang masih tertidur
"sayang bangun " ucap gigi pelan sambil mengelus pipi Raffi
"hemmm" Raffi mulai membuka matanya perlahan dan melihat wajah gigi kini sangat dekat dengannya.
"ayo bangun" ucap gigi lagi
"ia, kmu udah mandi" tanya Rffi melihat gigi masih mengenakan handuk
"ia sekarng kamu ayo cepat mandi trus kita sarapan bareng" ucap gigi
"ia bentar lagi ya" ucap Raffi manja lalu memejamkan matanya
"Raffi ayo dong banguun" ucap gigi manja namun Raffi tak menghiraukannya
"yaudah aku pakaian dulu tpi awas kalo aku uda selesai pakaian kmu blm jga bangun" ucap gigi lalu menuju kamarnya untuk pakaian karna memang tak ada satupun bajunya di kamar Raffi
setelah gigi keluar Raffi membuka matanya dan segera mengambil hpnya untuk menelfon aldi
"Raffi Ahmad lo dimana, udah jam berapa ini, banyak berkas yang harus lo tanda tangani" ucap aldi begitu menerima tlp dari Raffi
"astaga lo bisa nyantai dikit gak si? gue ga kekantor hari ini, lo bawa aja semua kesini & 1 lagi bawain obat gue" ucap Raffi
"obat apaan" tanya aldi bingung
"obat kolesterol gue, dilaci meja gue. CEPETAN" Ucap Raffi lalu mematikan tlpnya
lalu kembali merebahkan badannya dan memegang kepalanya yg terasa sakit
"kmu kok belum mandi sih" ucap gigi tiba2 mengejutkan Raffi
"eh ia ini mau mandi" ucap Raffi lalu berusaha bangkit dari tempat tidurnya dia masih merasakn sakit dikepalanya namun dia sembunyikan karna tak mau gigi merasa cemas dan bersalah.
sambil menunggu Raffi mandi gigi menyiapkasn sarapan untuk Raffi
tok… tok… tok…
Aldi mengetuk pintu rumah raffi dan gigi
"bi tolong buka kan pintunya" pinta gigi
"baik non"
begitu pintu dibuka Aldi langsung masuk begitu saja
"Raffi dimana bi" tanya Aldi
"ada dikamarnya pak" jawab bi siti
saat mau naik Aldi melihat gigi telah menyiapkan sarapan lalu Aldi langsung berbalik
"Bi tdi malam Raffi emangnya makan apa" tanya Aldi
"saya kurang tau pak" jwb bi siti
"kok bisa ga tau sih, kan bibi yang masak" ucap aldi lagi
"emang kenapa, ada yang salah dengan yang dimakan Raffi semalam?" tanya gigi melihat aldi terus bertanya soal makanan
"pasti ada kalo dia ga makan macem2 pasti kolesterolnya ka akan naik lagi" ucap aldi lalu bergegas masuk kekamar Raffi.
"hah kolesterol Raffi naik" gumam gigi
"emang Raffi punya kolesterol bi" tanya gigi bingung
"ia non" jawab bi siti
mendengar jawaban itu gigi langsung naik ke atas dan masuk ke kamar Raffi.
"Raffi" ucap gigi sambil membuka pintu ternyata Raffi baru saja mau meminum obatnya
Raffi langsung berusaha menyembunyikan obatnya
"ada apa yang" tanya Raffi heran
"hah yang? sayang maksud lo" ucap aldi yang duduk di sofa kamar Raffi
Gigi berjalan menghampiri Raffi lalu langsung memeluk Raffi
"maafin aku Raffi" ucap gigi sambil menangis
"kmu kenapa minta maaf, kamu kan ga salah apa2" ucap Raffi
"seharusnya semalem aku ga masakin kamu sea food" jwb gigi
"kenapa gitu, aku suka kok, suka banget malah" ucap Raffi
"seharusnya kmu bilang kalo kamu itu punya kolesterol, dan sekarang gara2 aku kolesterol kamu jadi naik" jawab Gigi
"hey aku ga papa kok, liat aku ga papa kan" ucap raffi sambil melepaskan pelukan gigi
"ini apa, kmu jgn bohong cuma untuk nutupi kesalahan aku" ucap gigi sambil membuka gepalan tangan Raffi yang berisi obatnya.
"kmu tau dari siapa" tanya Raffi
gigi hanya melihat kearah aldi. Raffi pun ikut melihat kearah aldi dengan mata melotot.
Aldi yang merasa aneh diliatin spt itu langsung berdiri namun malah kembali melihat Raffi dan gigi
"kalian ngapain peluk pelukkan, sayang sayangan" ucap Aldi bingung
"kenapa lo iri" ucap Raffi yang malah merangkul gigi dan gigi memeluk Raffi
"bukannya kalian… "
"udah engga" jwb Raffi seakan tau hal yg akan diucapkan Aldi lalu mencium kening gigi.
Aldi malah menjadi bingung melihat hal itu
"tau akh… gue tunggu lo dibawah sekarang kalian selesaikan aja aksi mesra mesraan kalian, gue mau berfikir keras untuk ini semua" ucap Aldi lalu keluar
Raffi dan Gigi hanya tertawa melihat tingkah Aldi. lalu gigi kembali menatap Raffi dan kembali meminta maaf
"udah kmu ga salah, kan kamu ga tau. lagiankan akunya ga papa" ucap Raffi
"tpi kolesterol kmu" tanya gigi
"gapapa, aku kan bisa minum obat" ucap Raffi lalu meminum obatnya
"udah aku gapapa kan, kmu jgn ngerasa bersalah lagi ya" ucap Raffi lalu memeluk Gigi.
kemudian mereka pun turun untuk sarapan
"di lo ga ikut sarapan" ajak Raffi
"sarapan lo bilang, udah jam setengah 10 gini lo baru ngajak sarapan, ga gue udah sarapan 2 kali" ucap aldi
"ywd lo tunggu gue disitu ya, gue mau sarapan dulu" ucap Raffi lalu menuju meja makan dan makan bersama gigi
setelah selesai Raffi dan gigi menghampiri aldi lalu duduk disamping aldi
"sejak kapan lo majang foto2 itu" tanya Aldi melihat beberapa foto Raffi dan Gigi di dinding rumah.
"foto apaan" ucap Raffi lalu melihat kearah yang dimaksud aldi
"kmu yang pajang?" tanya Raffi kegigi
Gigi hanya mengangguk.
"ternyata kmu masih nyimpan semuanya" ucap Raffi
"aku kan udah bilang, aku ga pernah bisa ngebuang apapun yang menjadi kenangan kita" ucap gigi
"hey kalian ber2 nganggap gue patung ya" ucap aldi yg dari tdi melihatin mereka.
Raffi gigi hanya tersnyum malu
"heh siapa suruh lo ngasih tau gigi gue punya kolesterol" tanya Raffi mulai serius
"ga gue gak ngasih tau, tadi gue cuma nanya ke pembantu lo, lo makan apa semalem. trus gue marahin dia karna ga tau lo makan apa semalm seharusnya diakan yng ngawasi makanan yang lo makan" ucap aldi santai
"jdi lo marahin istri gue secara ga langsung gitu" ucap Raffi
"dari pada ntar gue yg dimarahin nyokap lo kaya yg udah2 mending gue yang marahin" jawab Aldi seenaknya
"resek lo" ucap Raffi sambil melempar bantal ke aldi
"uda ah jangan pada ribut, kmu ngapain kesini?" tanya gigi ke aldi
"ow mentang2 udah jadi nonya Raffi Ahmad" ucap aldi
"ih emang iya, kmu ngapain kesini" tanya gigi lagi
"ni gue mau nganter pesanan Bapak Raffi Ahmad" sambil meletakkan beberapa berkas di atas meja.
"yauda sini gue tanda tangani" ucap Raffi lalu mulai membuka satu persatu berkas yang di bawa Aldi
sementara gigi hanya melihat Raffi sambil meletakkan kepalanya di pundak Raffi
tak lama semua berkas2 itu selesai ditandatangani Raffi. dan Aldi pun kembali memasukkannya kedalam tasnya
"kalo gitu gue balik kekantor dari pada gue ngeliatin orang kasmaran disini" ucap aldi lalu bergegas kekantor. meninggalkan raffi dan gigi berdua dirumah
"sayang" ucap gigi
"ya kenapa?" tanya Raffi
"kita kedokter ya, kmu harus periksa kolesterol kamu" ucap gigi
"ga, aku ga mau, aku cuma butuh 1 dokter yaitu kamu karna dengan hadirnya kamu disamping aku semua rasa sakit yang ada didalam tubuh aku langsung sembuh" ucap Raffi
"tapi yang, aku ga mau liat kmu sakit" ucap gigi
"aku ga akan sakit selama kamu ada disamping aku dan aku berharap kamu selalu disamping aku agar aku tetap sehat" ucap Raffi lalu memeluk gigi
"sekarang kamu siap2 ya" ucap Raffi ditengah pelukannya
"emang kita mau kemana?" tanya gigi
"udah pokoknya kmu siap2 aku mau ngajak kmu ke suatu tempat" ucap Raffi
lalu gigi pun segera bersiap2 begitu pun Raffi
setelah selesai raffi pun mengajak gigi menaiki mogenya
"kenapa naik motor sih Raffi, kan bisa naik mobil"ucap gigibegitu melihat Rafi sudah ada di atas mogenya
"udah gapapa, ayo buruan naik" ajak Raffi
akhirnya gigi pun naik ke moge Raffi dengan was was gigi langsung memeluk Raffi
"kamu jangan ngebut2 ya" ucap Gigi
"kmu tenang aja" ucap Raffi mulai menjalankan mogenya
awalnya Raffi mengendarai mogenya dengan pelan namun tiba2 dia melajukannya dengan cepat hingga membuat gigi ketakutan dan mempererat pelukannya. Raffi hanya tersenyum melihat ekspresi ketakutan istrinya dari kaca spion.
"udah sampe, ayo turun" ucap Raffi
namun gigi masih saja memeluk erat Raffi dan belum membuka matanya
"sayang kita udah nyampe, kamu ga mau turun" ucap Raffi
Gigi perlahan membuka matanya dan melepaskan pelukannya kemudian turun disusul oleh Raffi
"serukan" tanya Raffi
"aku ketakutan Raffi kamu malah bilang seru" ucap gigi
"ia ia, maaf ya sayang udah buat kamu takut" ucap raffi lalu mengacak acak Rambut Gigi
"kebiasaannya mulai lagi" ucap gigi sambil merapikan Rambutnya
"udah ah ayo sekarang kamu ikut aku" sambil menggandeng tangan gigi
sepanjang jaln taman itu dipenuhi dengan kelopak bunga mawar yang seperti memberi petunjuk ketempat tujuan mereka.
mereka sampai ketempat yang sudah disiapkan Raffi
ditaman itu terlihat tumpukan kelopak bunga mawar yang membentuk hati
Gigi menatap kearah Raffi
"kmu suka" tanya Raffi
Gigi hanya mengangguk, lalu Raffi menghadapkan gigi kearahnya. Raffi menatap gigi dan memegang tangannya
"Gi ditempat ini pertama kali aku nyatain perasaan aku kekamu, ditempat ini kamu nerima aku jadi pacar kamu & di tempat ini juga aku berjanji aku akan selalu setia sama kamu dan aku selalu menjaga janji itu sampai detik ini dan bahkan sampai nanti aku tak bernafas lagi" ucap Raffi
mendengar kata2 itu gigi langsung memeluk Raffi
"maksih kamu uda jaga janji itu sampai sekarang walaupun sebanarnya aku belum pantas mendampingi kamu tapi aku juga akan berjanji untuk selalu berusaha menjadi yang terbaik buat kamu" ucap gigi sambil menitihkan air mata
"I love you sayang" ucap Raffi mengecup ujung rambut gigi
"Love you too" jawab gigi
setelah dari taman itu Raffi mengajak gigi ke Restoran yang dulu selalu mereka kunjungi.
Raffi menutup mata gigi dan membawanya masuk kerestoran itu lalu raffi mendudukkan gigi di kursi yg telah disiapkannya dan perlahan membuka tutup mata gigi
"sekarang kamu boleh buka mata kamu" ucap Raffi
Gigi melihat sekelilingnya dipenuhi lilin lilin membentuk hati dan di meja telah tersaji makanan yang sama persis saat pertama kali mereka kerestoran itu. Gigi menatap kearah Raffi yang kini mulai berlutut di hadapannya
"Gi aku ga tau lagi kata2 apa yang harus aku ucapkan untuk mengungkapkan perasaan aku kekamu, aku cuma mau kamu tau satu hal aku benar2 mencintai kamu tulus dari dalam hati aku. 8th lalu aku pertama kali melabuhkan hati aku kekamu dan disaat itu pula aku yakin kamu adalah Pelabuhan Terakhir cinta ku dan tak pernah terbesit dibenak ku untuk melupakan kamu walaupun waktu memisahkan kita cukup lama" ucap Raffi lalu memasangkan sebuah cincin berlian dijari manis gigi kemudian Raffi mencium tangan gigi dan bangkit
Gigi langsung memeluk Raffi dan tak lama kembang api menyala menghiasi langit dimalam itu.
-SELESAI-
Cerita ini hanya fiktif belaka,
Untuk komentar, kritik dan saran
silahkan ke akun twitter aku
@Liaa_RA17
thanks for reading..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar