Selasa, 26 Mei 2015

PELABUHAN TERAKHIR Part 5

6 Tahun kemudian
"Fi buruan sebentar lagi kita bakal meeting" ajak Irwan
"ok" jawab Raffi
Raffi memimpin meeting tsb dengan sangat baik hingga membuat para clientnya sangat puas.
selesai memimpin meeting itu Raffi harus langsung berangkat menuju pembukaan kantor cabang yang baru

yah 6th sudah berlalu sekarang Raffi sudah menjadi pengusaha muda yg sangat sukses bukan hanya menuruskan perusahaan alm. papanya Raffi membuka Bisnis barunya 2th lalu dan sekarang jga sudah sukses. semua pekerjaan Raffi ter handle dengan sangat Baik begitupun kuliahnya Raffi menyelesaikan S2 nya dengan baik. Kini Raffi selalu disibukkan dengan pekerjaannya bahkan Raffi menjadi jarang pulang kerumah karna sering keluar kota atau bahkan keluar negeri.

sementara itu hari ini juga gigi pulang ke Indonesia
Gigi telah menyelesaikan S2 nya di London dengan hasil yang sangat memuaskan.
kini gigi berubah menjadi perempuan yang sangat cantik dan menawan. sehingga siapapun yang melihatnya pasti terpikat olehnya dan banyak yang seperti tak mengenalinya.
"mamaaaaa" teriak gigi begitu melihat mamanya di bandara dan langsung memeluk mamanya sangat erat
"gigiii, mama kangen banget sama kamu" ucap mama rita yg kini mulai meneteskan air mata
"gigi jga kangen banget sama mama, mama jangan nangis dong" ucap gigi merenggangkan pelukannya dan menghapus airmata mama nya
"jdi sama gue ga kangen ya" celetuk caca yang membuat mama rita dan gigi tertawa
"kangen dong" ucap gigi lalu memeluk adiknya itu
"papa mana ma" tanya gigi stlh melepaskan pelukannya
"papa ada pekerjaan di Bali jdi ga bisa ikut jemput kmu" jwb mama rita
"yaudah ayo kita pulang" ajak caca
lalu mereka pun pulang.
Beberapa minggu di Indonesia gigi nikmati bersama keluarganya, mereka bersenang2 dan berlibur bersama.

"mah hari ini gigi mau ketemu Uchi ya" pamit gigi
" iya. kmu hati2 ya" ucap mama
"ya ma, gigi pergi dulu ya" ucap gigi lalu mencium tangan mamanya

di Butik milik Uchi
pada saat baru masuk gigi berpapasan dengan seorang gadis, gigi spt mengenal gadis itu dia mencoba mengingatnya namun gigi benar2 lupa apalagi gadis itu langsung masuk kedalam mobilnya
"akh sudahlah mungkin bukan siapa2" batin gigi lalu menemui uchi
"uchiiiiiiii" panggil gigi
uchi menoleh ke arah suara itu dan sangat terkejut melihat gigi sudah ada berada tak jauh darinya sambil membentangkan tangannya
"gigiiii" ucap uchi sambil berlari kecil lalu memeluk gigi
"uchii gue kangen banget sama looo" ucap gigi
"sama gue jga kangen banget sama lo" balas uchi
lalu mereka melepaskan pelukannya dan mereka mengobrol sangat asik hingga sore hari
"eh gue ganggu lo bgt ya disini, lo jdi ga kerja gara2 ngobrol terus sama gue sampe sore gini" ucap gigi
"apaan sih lo gue malah seneng lo disini, mending kita sekarang ke resto gue udah laper nih" ajak uchi
lalu mereka pun pergi keresto yang cukup besar.
"lo mau pesen apa, kali ini gue yang bakal ngetraktir lo" ucap uchi
"yey" ucap gigi senang lalu memanggil pelayan lalu memesan makanan.
setelah makanan dtng mereka pun menikmatinya sambil kembali bercerita.
Ternyata Raffi jga berada direstoran yg sama tetapi kini Raffi akan segera pulang, saat raffi akan berjalan pulang Raffi tak sengaja melihat gigi yg sedang makan. Raffi menghentikan langkahnya mencoba melihat kearah wanita itu dan menajamkan panglihatannya untuk menyakinkan apakah itu benar2 gigi namun tiba2 Irwan menepuk pundak Raffi
"fi lo ngapain disini ayo pulang" ajak Irwan
"wan itu gigi kan" ucap Raffi sambil menunjuk kearah gigi
"mana, bukan fi lo pasti salah lihat lagi udah berapa kali coba lo ngira orang lain gigi, udah lo cuma salah liat, ayo pulang" ucap Irwan lalu menarik tangan Raffi
"tpi wan" ucap Raffi lalu pasrah karna irwan terus menariknya keluar dari Resto itu

sesampai dirumahnya Raffi langsung masuk kekamarnya Raffi melihat fotonya bersama gigi yang masih di pajang di meja kerjanya
"gi aku kangen sama kamu" ucap Raffi sendiri
lalu Raffi memejamkan matanya mengingat masa lalunya bersama gigi hingga dia tertidur.

3 bulan berlalu kini gigi sering membantu uchi dibutik. sedangkan Raffi masih tetap sibuk dengan rutinitasnya dikantor

siang itu di butik Uchi
"gi, langganan gue mau dtng nih, lo mau ga bantuin gue" tanya uchi
"pastilah, ngapain gue kesini kalo gue ga bantuin lo" ucap gigi
"emang siapa sih, pejabat ya?" tanya gigi
"haha bukan, orang biasa sih tpi dia pelanggan gue yg pertama dan paling setia sejak pertama kali butik gue buka" ucap Uchi
"ooo chi gue ke toilet dulu ya" ucap gigi lalu pergi.
tak lama orang yg mereka maksud pun datang

"hy mbak Uchi, apa kabar" sapa gadis itu
"hy naz, baik kmu apa kabar" tanya uchi balik
"baik mbak, Gaun aku udah selesai" tanya gadis itu
"udah, yuk kita lihat" ajak Uchi melihat gaun pesanan gadis itu
lalu gadis itu mencoba gaunnya
"udah pas kan" tanya Uchi
"ia mbak udah pas, aku ganti dulu ya" ucap gadis itu lalu menuju ruang ganti
"makasih ya mbak, aku langsung bawa ya"
"oh ya silahkan" ucap uchi
lalu gadis itu menuju kasir, selasai membayar gadis itu duduk sebentar lalu menelfon seseorang.

tiba2 gigi dtng
"mana chi orangnya udah dtng" tanya gigi
"udah jga mau pulang, lo mah ketoilet tpi lama bgt, lo ke toilet yang ada di jogja ya" canda uchi
"enak aja lo, eh mana sih gue pengen liat pelanggan pertama lo" ucap gigi clingak clinguk
"itu dia namanya Syahnaz" ucap uchi sambil menunjuk le arah syahnaz
"syahnaz" ucap gigi kaget melihat syahnaz
"lo kenal" tanya Uchi bingung
"dia nanaz adiknya Raffi chi masa lo lupa" jwb gigi
"apa ? lo yakin" uchi memperhatikan nanaz
"mirip sih tpi mana mungkin dia nanaz dia itu Syahnaz lagian penampilannya itu beda bgt gi, lo itu ngawur" ucap uchi
"uchi nama aslinya itu emang Syahnaz, dan iya lah penampilannya beda lo ktmu dia lebih dari 6th lalu jelas lah dia beda" jelas gigi
Uchi terdiam sejenak sambil memperhatikan nanaz, setelah nanaz pergi Uchi melihat ke arah gigi yg sekarang terduduk dikursi dkt mereka berdiri tdi.
"gi lo gapapa kan" tanya uchi
"chi kenapa sih gue ga bisa ngelupain Raffi, padahal gue udah berusaha sebisa gue, tpi gue ga bisa chi selalu ada aja yg ngingatin gue kedia" ucap gigi sambil menangis
"gi maafin gue, gue bener2 ga sadar kalo dia itu adiknya Raffi" ucap uchi
"ga chi lo yg salah, gue yg salah udah terlalu bego jatuh cinta sama dia" ucap gigi
"udalah gi, itu kejadian udah lma banget, lo ga perlu ingat2 lagi" ucap gigi berusaha menenangkan gigi

keesokan paginya dirumah Raffi, Raffi telah bersiap siap untuk pergi ke Jerman selama 4 bulan, karna Raffi harus menyelesaikan pekerjaannya disana.
"ma afi berangkat ya" pamit Raffi kemamanya
"ia kmu hati2 ya, jga kesehatan disana" pesan mama amy
"ia a, nanti pulang jgn lupa bawa oleh2 ya, tas, farfum, sepatu cukup lah" ucap nanaz sambil tersenyum
"ia nanti aa bawain ice cream yang banyak yah" canda Raffi lalu mengacak2 Rambut adik kesayangannya itu
"ih aa mah, nanaz udah gede tau masa dibeliin ice cream mulu sih" protes nanaz yg membuat semua tertawa
"iya iya" ucap Raffi lalu menyalam tangan mamanya kemudian masuk kemobil yg siap menghantarkan ke bandara. setelah Raffi pergi nanaz pun berangkat kuliah

sesampainya dibandara Raffi tak sengaja melihat gigi yg sedang mengobrol dengan seseorang
"Gigi" batin Raffi. Raffi berusaha menuju tempat gigi yg cukup jauh darinya
"gi aku yakin itu kamu, sekarang aku bisa ketemu kamu lagi" batin Raffi lagi sambil terus berjalan tanpa menghiraukan operator yg sudah memberitahukan bahwa sebentar lagi pesawat tujuan jerman akan berangkat, Raffi terus melangkahkan kakinya menuju tempat gigi namun sayang tiba2 aldi dan irwan dtang
"fi ayo pesawatnya udah mau berangkat" ucap irwan sambil menarik tangan Raffi
"engga itu gigi. gue mau ketemu sama dia" ucap Raffi
"mana fi ga ada, gigi ga ada fi lo cuma salah liat orang" ucap Aldi sambil berusaha menarik Raffi sambil melihat keri dan kanan
"engga, gue ga salah itu gigi, itu gigi wan dia udah balik ke Indonesia" ucap Raffi
"gigi ga ada raffi itu cuma halusinasi aja ayo kta berangkat" bentak Irwan sambil menarik Raffi
Gigi yg sedang berbincang mengarahkan pandangannya kearah suara itu dan sekrang melihat jelas bahwa Raffi ada ditempat yg sma dgnnya
"Raffi" batin gigi
namun aldi & irwan terus berusaha menarik Raffi hingga Raffi tak melihat gigi saat gigi melihatnya.
"hey gi loh liatin apa" tanya sepupu gigi
"ha engga kok" ucap gigi

Gigi berada dibandara karna dia dan beberapa sepupunya akan berlibur mengelilingi indonesia selama 1bln.
gigi benar2 menikmati liburannya kali ini dia mengunjungi tempat2 yg belum pernah dia kunjungi sebelumnya.

hari ini gigi kembali ke jakarta karna liburannya sudah usai,
kesokan harinya saat sarapan bersama tiba2 papa gideon menyinggung soal pasangan gigi
"gi kapan kamu nikah?" tanya papa tiba2 yg membuat yg lainnya terkejut
"papa apaan sih, kok nanya begitu" tanya gigi
"umur kmu udah cukup untuk menikah gi, tpi sampai sekarang papa liat calon kmu aja blom" ucap papa yang membuat gigi terdiam
"kalau papa carikan kamu suami, apa kamu mau?" tanya papa
"tpi kan pa, gigi ga mungkin nikah sama orang yg ga gigi kenal" ucap gigi
"maka dari itu papa akan brikan kmu waktu untuk lebih kenal dengannya" ucap papa
"emang siapa pah" tanya mama
"rekan bisnis papa yg jga anak alm. sahabat papa, itu juga kalau gigi bersedia" tambah papa
Gigi termenung sebentar, lalu mengiyakan keinginan papanya itu
"kmu yakin gi, papa jga ga maksa kmu kok, ya kan pa" ucap mama
"insyaallah yakin ma, pasti papa juga akan memilihkan yg terbaik buat gigi" ucap gigi meyakinkan mamanya.
"kalau begitu 3bln lagi kmu akan papa kenalkan ke dia"
"loh kok 3bln lgi sih pa, kenapa ga sekarang? " tanya caca yg mulai nimbrung
"sekarang dia sedang di Jerman karna mengurus perusahaannya di sana dan 3bln lagi dia baru balik ke Indonesia" jawab papa

siang harinya gigi kebutik Uchi untuk menceritakan soal perjodohannya.
"lo yakin gi nerima gitu aja, wah sakit nih anak" ucap uchi tak percaya
"ga terlalu yakin sih, tpi kayanya ini cara yg tepat buat ngebahagiain ortu gue dan mungkin dgn ini gue bisa benar2 ngelupain Raffi, dia itu bener2 udah kaya hantu diotak gue. semua cara udah gue lakuin buat ngilangin dia dari otak gue tpi hasilnya nihil" ucap gigi panjang lebar
"terserah lo deh gi gue ngedukung lo kok kalo itu keputusan lo"

hari berganti hari, bulan pun terus berganti
hari ini Raffi pulang ke Indonesia dan dia langsung pulang ke Rumahnya dan sudah disambut oleh mama & pastinya adiknya nanaz
"aa" teriak nanaz memeluk Raffi
raffi pun membalas pelukan nanaz
"kangen banget, oleh2nya mana" rengek nanaz
"ini kangen sama aa atau pengen oleh2 sih" tanya Raffi
"dua duanya" ucap nanaz sambil cengar cengir
"itu ada di mobil" ucap Raffi membuat nanaz kegirangan
lalu Raffi menyalam mamahnya lalu masuk kerumah.
"gimana a, semua lancar" tanya mama
"alhamdulillah lancar ma" jwb Raffi lalu menyandarkan kepalanya disofa namun tiba2 nanaz dtng
"aa mana oleh2 buat nanaz" tanya nanaz sambil menunjuk koper2 yg sudah diturunkan dari mobil
"itu, di box warna putih" ucap Raffi sambil tersenyum
"kok cuma segitu sih" batin nanaz melihat ukuran box itu tak terlalu besar
Nanaz pun membuka box itu dan mukanya langsung berubah 180derajat menjadi sangat kecewa
"aa knpa ice cream semuaaa" ucap nanaz bt
"kan mesen nya emang ice cream ywd tuh aa beliin" ucap Raffi sambil menahan tawa
"aa mah ngeselin" ucap nanaz lalu duduk disamping Raffi dan melipat tangannya
"iiihh adik aa ngambek" ucap Raffi sambil memasukkan ice cream ke mulut nanaz.
"aa mah harusnya…" ucap nanaz namun terpotong karna Raffi menyuapkan lagi ice creamnya ke nanaz. begitu seterusnya hingga ice creamnya habis
"itu oleh2 nya di koper merah, semuanya buat kmu" ucap Raffi mengacak rambut nanaz lalu pergi kekamarnya sambil tersenyum.
nanaz pun kegirangan lalu langsung membuka kopernya
"makasih aa" teriak nanaz melihat semua yg diinginkannya ada di koper itu.
malam harinya setelah selesai makan malam mama amy ke kamar Raffi untuk membicarakan sesuatu
"a sekitar 1bln yg lalu mama ktmu sama pak gideon" ucap mama
"emang ada apa ma"
"pak gideon mau menjodohkan putrinya dengan kmu" ucap mama terus terang
"apa ? tpi kan ma afi ga kenal sama putrinya pak gideon, lagian juga putrinya pak gideon blm tentu juga mau mah" ucap Raffi
" kan kalian bisa saling kenal dulu, putrinya pak gideon jga ktanya sudah setuju dan lagi pula ini keinginan papa kmu sebelum meninggal papa kmu smpt blng ke mama bahwa dia ingin menjodohkan kmu dgn anak sahabatnya yaitu pak gideon" jelas mama my panjang lebar
Raffi hanya terdiam hingga beberapa saat lalu menerimanya.
"ywd Raffi setuju asal mama bahagia" ucap Raffi lalu mencium kening mamanya
"lusa pak gideon ngajak kita makan malam, kmu bisa kan" tanya mama amy
"Raffi usahain ya ma" ucap Raffi

hari yg ditetukan tiba malam ini mereka akan bertemu disebuah retoran yg telah ditentukan pak gideon
namun hingga pukul 8 lebih Raffi dan gigi tak kunjung dtng
Raffi beralasan ada meeting mendadak yg tdk bisa dia tinggal sedangkan gigi terjebak macet. hingga akhirnya papa gideon, mama rita & mama amy sepakat untuk melangsungkan acara pernikahan Raffi dan Nagita 5 bulan lagi
*papa gideon tak mengetahui bahwa Raffi adalah mantan gigi karna memang saat gigi berpacaran dgn Raffi pak gideon tak pernah bertemu Raffi

keesokan Harinya dikantor Raffi
"gila ga 5bln lagi gue bakal nikah sama cewek yg ga gue kenal sama sekali yg gue tau cuma namanya Nagita" gerutu Raffi
"hah nagita" ucap irwan & aldi serentak
"tpi dia bukan nagita gue" ucap Raffi sinis
"dari mana lo tau dia bukan nagita cewek masa lalu lo, kalo lo aja ga blm ketemu" ucap irwan
"logika aja, ga mungkin kan dia yg dulu ninggalin gue tiba2 mau nikah sama gue" ucap Raffi
"iya jga sih" ucap irwan

sementara itu di butik Uchi
"5bln lagi gi" ucap uchi
"ya, tpi sebenarnya bukan itu masalahnya.. masalah terbesarnya nama cowok itu Raffi juga" ucap gigi
"jgn2 dia raffi yg sama" tebak uchi
"ga mungkin lah, mana mungkin nyokap gue mau ngejodohin gue sama orang yg pernah nyakitin gue" ucap gigi
"ia juga sih" jwb uchi.

sejak saat itu kedua klg itu sibuk mempersiapkan segala sesuatunya.
dan beberapa kali raffi dan nagita ingin dipertemukan namun selalu gagal karna Raffi selalu sibuk dgn pekerjaannya.

tak terasa waktu berlalu begitu cepat tak terasa besok adalah hari pernikahan Raffi dan Nagita. dikamarnya Raffi terus memandangi foto gigi
"gi sampai saat ini aku masih tetap memegang janji aku untuk tidak berpaling dari kmu, tpi maafin aku gi besok tepat 8th hari jadian kita dulu aku harus menikah dengan wanita pilihan mama ku, seandainya saja kamu ga pergi ninggalin aku gitu aja tanpa ada kabar pasti besok kmu yg akan menjadi istri aku sesuai dengan janji aku 8th yang lalu." ucap raffi dan tak sadar kini airmatanya membasahi pipinya.

hari ini pukul 10 pagi Raffi & nagita akan melangsungkan ijab qabul
"gi lo udah siap" tanya uchi
"insyaallah chi" jwb gigi
lalu gigi keluar diapit 2orang yg membawanya ketempat akad nikah. saat gigi memasuki ruangan Raffi benar2 kaget
"itu benar kmu gi" batin Raffi
begitupun dengan gigi yg kaget melihat Raffi orang yg setaunya adalah orang yg melukai hatinya akan menjadi suminya.
gigi pun duduk sisamping Raffi lalu pak gideon mulai menjabat tangan Raffi dan Raffipun mengucapkan ijab qabul dengan sekali tarikan nafas.
setelah ijab qabul meraka langsung mengadakan resepsi pernikahan malam harinya dengan sangat mewah dan meriah dihadiri oleh para kolega2 bisnis Raffi dan pak Gideon









Cerita ini hanya fiktif belaka
Untuk komentar, kritik dan saran
silahkan ke akun twitter aku
@Liaa_RA17
thanks for reading...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar